Makassar –  Javanewsonline.co.id | Pemerintah Kabupaten Gowa mulai menapaki langkah baru dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, memimpin rombongan kepala puskesmas se-Kabupaten Gowa melakukan studi tiru ke Puskesmas Tamalate, Kota Makassar, Jumat, 19 September 2025.

Kunjungan ini difokuskan pada pembelajaran praktik pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang telah diterapkan Puskesmas Tamalate. “Kami datang bukan sekadar melihat, tapi membawa pulang solusi. Di Gowa, masih banyak puskesmas yang belum berstatus BLUD. Itu yang harus segera kita benahi,” ujar Darmawangsyah.

Ia menegaskan, enam bulan awal kepemimpinannya bersama Bupati Sitti Husniah Talenrang menjadi masa evaluasi arah program. Bidang kesehatan dipilih sebagai prioritas utama. “Pelayanan kesehatan di Gowa punya potensi besar, tapi masih ada yang perlu disempurnakan. Kami ingin belajar soal tata kelola keuangan, perencanaan anggaran, hingga bagaimana layanan bisa lebih cepat dan responsif,” katanya.

Status BLUD, menurut Darmawangsyah, memberi fleksibilitas besar dalam pengelolaan keuangan. Unit layanan kesehatan dapat menggunakan pendapatan secara langsung untuk peningkatan mutu pelayanan, tanpa terhambat prosedur birokrasi yang panjang. Dengan demikian, kebutuhan mendesak seperti ketersediaan obat, perbaikan fasilitas, hingga kesejahteraan tenaga medis dapat ditangani lebih sigap.

“Target kami, tahun ini implementasi BLUD mulai berjalan di Gowa. Kesehatan masyarakat adalah prioritas. Kami ingin warga mendapat layanan yang cepat, layak, dan profesional,” ujarnya menegaskan.

Wakil Bupati juga meminta seluruh kepala puskesmas yang ikut dalam kunjungan untuk menyerap pengalaman tersebut dan menerapkannya di wilayah masing-masing. Ia menekankan, keberhasilan transformasi tidak hanya ditentukan oleh status kelembagaan, tetapi juga konsistensi dalam implementasi.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Makassar, Ahmad Asy’Arie, menyambut baik kunjungan rombongan dari Gowa. Ia menyebut Puskesmas Tamalate dan Puskesmas Barabaraya memang dijadikan rujukan dalam pengembangan BLUD. “Kami senang bisa berbagi pengalaman. Jika ada hal-hal lain yang ingin didalami, kami terbuka untuk komunikasi lebih lanjut,” ucapnya.

Bagi Pemkab Gowa, kunjungan ini menjadi langkah awal menuju transformasi layanan kesehatan yang lebih modern dan adaptif. “Yang terpenting bukan sekadar status BLUD, tapi bagaimana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Darmawangsyah menutup pertemuan. (Syarifuddin)