DONGGALA – Javanewsonline.co.id | Pemerintah Kabupaten Donggala melalui Dinas Perpustakaan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait pengolahan koleksi bahan pustaka, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pengelola perpustakaan di wilayah tersebut. Kegiatan ini digelar di Aula Kantor Kecamatan Sojol, Senin (5/5/2025).
Bimtek dibuka langsung oleh Camat Sojol, Asram, S.Pd, dan diikuti oleh para pengelola perpustakaan sekolah serta pustakawan dari tiga kecamatan, yakni Sojol, Sojol Utara, dan Dampelas.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Plt. Kepala Dinas Perpustakaan Donggala, Tafip, S.Sos., M.Si, bersama narasumber dari kalangan profesional dan praktisi, seperti Drs. Pangeran Jage L. Dg. Bone, M.H, Azizah, S.I.Pust, serta perwakilan dari Dinas Perpustakaan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Irham, S.Pd.
Fokus pada Pengembangan dan Pelestarian Koleksi
Dalam sambutannya, Tafip menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali para pengelola perpustakaan dengan keterampilan teknis dalam pengolahan koleksi, mulai dari katalogisasi, perawatan, hingga digitalisasi dokumen pustaka.
“Kami ingin perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga pusat pelestarian pengetahuan dan budaya lokal,” ujar Tafip.
Sementara itu, Irham menyoroti peran strategis perpustakaan dalam pelestarian hasil karya intelektual. Menurutnya, perpustakaan memiliki tanggung jawab tidak hanya sebagai penyedia jasa informasi, tetapi juga sebagai lembaga pelindung warisan pengetahuan.
“Perpustakaan harus bisa menjaga dan melindungi hak cipta serta melestarikan hasil cipta manusia, agar bisa diakses lintas generasi,” katanya.
Alih Media Jadi Solusi Pelestarian Informasi
Narasumber lainnya, Pangeran Jage, memaparkan pentingnya alih media atau digitalisasi sebagai strategi pelestarian koleksi pustaka yang bernilai sejarah, seperti naskah kuno dan buku langka. Digitalisasi, kata dia, mampu menjaga informasi dari kerusakan fisik dokumen serta memudahkan akses bagi pengguna.
“Digitalisasi tidak hanya menghemat ruang penyimpanan, tetapi juga memungkinkan informasi ditemukan kembali dengan cepat dan sistematis,” ujar Pangeran. (Sir)

