BLITAR – Javanewsonline.co.id | Pertunjukan wayang kulit bertema ruwatan mewarnai perayaan tradisi Bersih Desa di Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Selasa (6/5/2025). Bertempat di balai desa, pagelaran ini menampilkan lakon sakral “Ngruwat Murwokolo” yang dibawakan oleh dalang lokal Ki Sodi dari Desa Plosorejo.

Lakon “Ngruwat Murwokolo” dalam tradisi Jawa dikenal sebagai bagian dari upacara pembersihan diri dan lingkungan dari malapetaka atau energi negatif. Cerita ini menggambarkan tokoh Betarakala yang mencari korban berdasarkan syarat tertentu, namun dapat dicegah melalui kecerdikan dalang dalam menyiasati alur cerita.

“Pagelaran ini bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana spiritual dan budaya. Sebagai masyarakat Jawa, kita wajib menjaga dan melestarikan warisan leluhur,” ujar Kepala Desa Rejowinangun, Bhagas Wigasto, di sela-sela acara.

Menurut Bhagas, kegiatan bersih desa menjadi bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki dan perlindungan yang telah diterima masyarakat. Ia berharap kegiatan ini menjadi doa bersama agar desa Rejowinangun dijauhkan dari malapetaka dan senantiasa diberkahi kemakmuran.

“Semoga kegiatan ini membawa berkah dan menjadi momen refleksi serta memperkuat gotong royong warga,” imbuhnya.

Bhagas juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan bersih desa dan dalam proses pembangunan desa secara keseluruhan, baik melalui dukungan moral maupun material.

Tradisi Bersih Desa di Blitar, termasuk pertunjukan wayang ruwat seperti ini, menjadi penanda penting dalam kalender budaya masyarakat. Tidak hanya memperkuat identitas lokal, kegiatan ini juga menjadi bentuk kearifan lokal dalam menjaga harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas. (Edi)