GROBOGAN – Javanewsonline.co.id | Dalam semangat mempererat tali silaturahmi pasca-Idul Fitri, Perum Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tanggung, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang menggelar acara halal bihalal bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di Rumah Dinas BKPH Tanggung, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Rabu (23/4/2025).

Acara yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini dihadiri Wakil Kepala Administratur KPH Semarang, Yulie Irahadi S., Asisten Perhutani (Asper) BKPH Tanggung, Wagiyono, jajaran mantri dan mandor, Ikatan Istri Karyawan Perhutani (IIKP), pengurus LMDH, serta tokoh masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Asper BKPH Tanggung, Wagiyono, menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan keharmonisan di lingkungan kerja serta antara Perhutani dengan masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak untuk saling memaafkan, menumbuhkan semangat kebersamaan, dan memperkuat komitmen menjaga kelestarian hutan.

“Kawasan hutan itu tidak ada pagarnya, maka dari itu marilah kita jaga bersama-sama. Personel Perhutani terbatas, siapa lagi kalau bukan kita bersama yang menjaganya,” ujar Wagiyono.

Ia juga mengutip pesan dari Wakil Kepala Divisi Regional Jawa Tengah, Anton Fajar, yang mendorong seluruh jajaran Perhutani agar selalu mengedepankan pendekatan humanis dan harmonis dalam menjalin hubungan dengan masyarakat, khususnya dalam konteks pengelolaan hutan bersama.

Sementara itu, Ketua LMDH Sugihmanik, Rustiyono, mengungkapkan apresiasinya atas hubungan kemitraan yang telah terjalin baik antara masyarakat dan Perhutani. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun sebagai wujud nyata menjaga komunikasi dan kolaborasi antara kedua belah pihak.

“Saya sangat mengapresiasi kerjasama Perhutani dengan kami masyarakat LMDH. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut agar silaturahmi semakin erat dan kerja sama semakin baik ke depan,” ujarnya.

Acara ditutup dengan saling bersalaman sebagai simbol saling memaafkan, dilanjutkan dengan ramah tamah dan diskusi ringan antar peserta.

Melalui kegiatan ini, Perhutani berharap kolaborasi dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat dapat terus ditingkatkan, tidak hanya sebagai upaya pelestarian lingkungan, tetapi juga sebagai pilar kesejahteraan masyarakat desa sekitar hutan. (Banu Abilowo)