Bangkalan — Javanewsonline.co.id | Dalam semangat merajut ukhuwah dan memperkuat kiprah organisasi, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Arosbaya menggelar kegiatan halalbihalal pada Kamis (10/4/2025) atau bertepatan dengan 11 Syawal 1446 H. Acara ini dilaksanakan di Saung Mangrove, Desa Tengket, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur umat Islam setelah satu bulan menjalankan ibadah puasa Ramadan. Idul Fitri dimaknai sebagai momen kembali ke fitrah dan ajang mempererat silaturahmi antarsesama.
Ketua PAC Fatayat NU Arosbaya, Nyai Hj Fidyatun—yang akrab disapa Nyai Fid—menyampaikan bahwa tema halalbihalal tahun ini adalah “Merajut Ukhuwah, Menguatkan Kiprah, Menebar Cinta dalam Cinta dan Iman bersama Fatayat NU Arosbaya.”
“Makna tema ini adalah bagaimana ukhuwah dan silaturahmi dapat memperkuat hubungan persaudaraan, yang dilandasi oleh iman dan keikhlasan mencari ridha Allah SWT. Persahabatan sejati adalah yang terbebas dari tuntutan duniawi,” ujar Nyai Fid dalam sambutannya.
Pemilihan lokasi di kawasan mangrove Desa Tengket, menurut Nyai Fid, didasarkan pada keinginan menghadirkan suasana alami yang dapat menumbuhkan rasa syukur terhadap karunia alam.
“Ekosistem mangrove sangat penting bagi perlindungan pesisir dari abrasi serta menjadi tempat hidup berbagai spesies ikan dan tumbuhan. Kita juga ingin memberi edukasi agar jamaah lebih mencintai dan menjaga lingkungan,” tambahnya.
Acara halalbihalal diisi dengan pembacaan Ratibul Haddad, sholawat Nabi, dan doa bersama. Suasana semakin khidmat dan hangat dengan kehadiran jamaah dari seluruh pengurus ranting di 18 desa se-Kecamatan Arosbaya.
Antusiasme dan kegembiraan terlihat jelas dari wajah para peserta yang memadati Saung Mangrove. Selain bersilaturahmi, para peserta juga memanfaatkan momen ini untuk mengenal lebih dekat ekosistem mangrove serta manfaatnya bagi kehidupan.
“Alhamdulillah, acara ini sangat bermanfaat, bukan hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menambah wawasan dan menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan,” ungkap salah satu peserta.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum memperkuat peran Fatayat NU di tengah masyarakat serta memperluas kiprah sosial dan lingkungan.(Wahid)

