Gowa – javanewsonline.co.id | Masjid Al-Imaduddin yang terletak di Dusun Sorobaya, Desa Bontosunggu, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa, resmi digunakan untuk ibadah Shalat Jumat pertama pada Jumat, 11 April 2025. Kegiatan ini menandai awal dari pemanfaatan rumah ibadah yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat dengan dukungan berbagai pihak.

Masjid yang berdiri di atas lahan seluas 12 x 10 meter persegi ini mampu menampung hingga 90 jamaah. Kehadiran masjid ini disambut antusias oleh masyarakat setempat, mengingat selama ini belum terdapat fasilitas ibadah Jumat yang representatif di wilayah tersebut.

Peresmian penggunaan masjid ini untuk Shalat Jumat dihadiri oleh Sekretaris Camat Bontonompo Selatan, Haluddin, S.Ag., M.Si., yang hadir mewakili Bupati Gowa Hj. Sitti Husniah Talenrang dan Wakil Bupati Darmawangsyah Muin. Dalam sambutannya, Haluddin menegaskan pentingnya keberadaan masjid sebagai pusat aktivitas keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.

“Pembangunan masjid ini adalah cerminan dari semangat kebersamaan dan keimanan masyarakat Gowa. Kita patut bersyukur, karena masjid ini menjadi simbol kekuatan umat dalam membangun peradaban dari tingkat desa,” ujarnya.

Haluddin juga mengajak seluruh warga untuk tidak hanya memakmurkan masjid dari segi fisik, tetapi juga dengan memperkuat aktivitas ibadah di dalamnya, termasuk shalat lima waktu dan kegiatan keagamaan lainnya.

“Kami berharap masjid ini tidak hanya indah secara fisik, tetapi juga aktif dalam kegiatan ibadah, ceramah, dan pengajian. Mari kita makmurkan masjid ini bersama-sama,” tambahnya.

Kehadiran Masjid Al-Imaduddin juga sejalan dengan program prioritas 100 hari kerja Pemerintah Kabupaten Gowa yang bertajuk Gowa Bersama—gerakan kolaboratif yang mengusung nilai-nilai kebersihan, kecerdasan, kesejahteraan, kesehatan, dan keamanan. Salah satu inisiatif dalam program ini adalah mendorong kegiatan keagamaan dan gotong royong setiap hari Jumat.

Ketua panitia pembangunan Masjid Al-Imaduddin, Abdul Rasyak Dg Lallo, menyampaikan bahwa pembangunan masjid dilakukan dalam waktu singkat, yakni dua bulan, dan mulai digunakan saat bulan Ramadan untuk salat tarawih berjamaah.

“Alhamdulillah, meskipun awalnya kami tidak berniat menerima sumbangan, namun karena banyak warga yang ingin beramal, akhirnya pembangunan bisa berjalan lancar. Kami juga telah berkoordinasi dengan Kemenag untuk penetapan arah kiblat,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun tampak kecil dari luar, masjid ini terasa cukup luas saat berada di dalamnya. Panitia berharap masjid ini dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan dan mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Sementara itu, Kepala Desa Bontosunggu, Armin Tahir, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyatakan bahwa ke depan akan dilakukan penataan terhadap masjid-masjid di wilayah Bontonompo Selatan, khususnya yang berada di pinggir jalan, agar lebih representatif dan mudah diakses masyarakat.

“Kami ingin setiap desa memiliki masjid yang bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat,” kata Armin.

Dengan dimulainya pemanfaatan Masjid Al-Imaduddin, masyarakat Dusun Sorobaya kini memiliki rumah ibadah yang dapat menunjang kehidupan spiritual dan sosial mereka secara lebih baik. (Syarifuddin / Ansar Dg Rewa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.