Donggala — Javanewsonlin.co.id  |  Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, meninjau sejumlah titik banjir di wilayah Banawa, Rabu, 2 April 2025.

Banjir disebabkan meluapnya air sungai akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah ruas jalan, termasuk jalur utama Trans Sulawesi, tergenang dan menyebabkan kemacetan parah.

Didampingi Sekretaris Daerah dan jajaran organisasi perangkat daerah, Vera menyatakan akan segera melakukan normalisasi sungai di beberapa titik krusial.

Ia juga menegaskan akan memanggil perusahaan-perusahaan tambang yang diduga berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan di kawasan itu.

“Kami menemukan banyak ketidakpatuhan, mulai dari penempatan material tambang, kanalisasi air, hingga reklamasi pasca tambang,” ujar Vera saat peninjauan di Desa Loli, Kecamatan Banawa, Minggu, 30 Maret 2025. “Saya akan evaluasi ulang seluruh UKL-UPL mereka.

Jika terbukti ada pelanggaran berat, kami tak segan mencabut izin lingkungan.”

Menurut laporan Prokopim Donggala, sejumlah perusahaan tambang dinilai abai dalam menjalankan kewajiban pengelolaan lingkungan hidup. Pemerintah kabupaten berencana mengevaluasi secara menyeluruh seluruh aktivitas tambang yang beroperasi di wilayah terdampak.

Luapan air yang menggenangi jalur strategis Trans Sulawesi bukan pertama kali terjadi. Setiap kali hujan deras mengguyur, kawasan tersebut menjadi langganan banjir.

Warga berharap pemerintah bertindak cepat dan tegas, bukan hanya terhadap aspek teknis penanganan banjir, tetapi juga terhadap penyebab strukturalnya, termasuk aktivitas industri yang merusak daya dukung lingkungan. (Sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.