Pelalawan – Javanewsonline.co.id | Tragedi kecelakaan yang melibatkan dump truk pengangkut manusia mengakibatkan 15 orang tewas, sementara 17 orang lainnya selamat.

Melihat Foto Kendaraan Jenis Truk Masuk Di Sungai Segati
Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu, 22 Februari 2025, saat kendaraan yang mengangkut 32 orang yang terdiri dari pekerja dan buruh anak-anak serta dewasa dari Subkontraktor PT Nusa Wana Raya, terjatuh ke Sungai Segati di kawasan Hutan Tanaman Industri PT Nusa Wana Raya, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Menurut informasi, kendaraan yang seharusnya digunakan untuk mengangkut barang tersebut telah dimodifikasi dan digunakan untuk mengangkut manusia, yang diduga menjadi penyebab utama kecelakaan. Peristiwa tragis ini mengundang perhatian publik, dengan banyak pihak mendesak agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Gerakan Pemuda Peduli Pelalawan (GP3) melalui juru bicaranya, Joe Kampe, menyatakan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa 32 penumpang dump truk tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian ini menunjukkan kelalaian dari pihak perusahaan pemberi kontrak kepada subkontraktor, yang diduga tidak memperhatikan aspek keselamatan dalam operasional angkutan.
“Tragedi ini seharusnya bisa dicegah. Kami meminta pihak penegak hukum untuk mengusut tuntas peristiwa ini karena ada dugaan kelalaian dari PT Nusa Wana Raya. Modifikasi dump truk yang seharusnya digunakan untuk angkutan barang, justru digunakan untuk mengangkut manusia, yang jelas sangat berisiko,” ujar Joe Kampe.
Joe juga mempertanyakan legalitas modifikasi kendaraan tersebut, yang tidak sesuai dengan peruntukannya. “Apakah modifikasi seperti itu diperbolehkan? Harus ada penegakan hukum yang jelas agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” tegasnya.
Ditlantas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, S.I.K., M.H., yang dikonfirmasi oleh awak media di lokasi kejadian pada Minggu, 23 Februari 2025, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan kegiatan edukasi dan penanganan untuk mencegah kecelakaan serupa.
“Kami melakukan kegiatan edukasi untuk semua perusahaan yang menggunakan kendaraan angkutan, agar peruntukan kendaraan barang harus digunakan sesuai fungsinya. Modifikasi kendaraan harus memperhatikan aspek keselamatan,” kata Kombes Taufiq Lukman.
Pihak kepolisian juga menegaskan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kelalaian yang diduga melibatkan pihak perusahaan dan subkontraktor yang mengoperasikan dump truk tersebut.
Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan kerja dan penggunaan kendaraan sesuai dengan peruntukannya.
Diharapkan langkah tegas dari pihak berwenang dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. (Erizal)

