Painan  – Javanewsonline.co.id   |  Dalam upaya penanganan pasca banjir yang melanda Pesisir Selatan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuliyono, bersama rombongan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), H. Mahyeldi, serta didampingi Ketua DPRD Pesisir Selatan, Ermizen, S.Pd, turut mengunjungi lokasi terdampak banjir Senin (11/3).

Salahnsatu ruas jalan yang terbal kesungai
langsung diperintahkan Meteri untuk
buat Tanggap Darurat jalan di Km45 Barung
Barung Belantai

Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau kondisi bekas banjir di sepanjang Jalan Padang Pesisir Selatan. Rombongan tersebut menyusuri daerah yang terdampak banjir, termasuk lokasi di Nagari Siguntur Tuo sejauh 35 kilometer dari Kota Padang. Di sana, jalan raya terkena dampak longsor yang mengakibatkan beberapa kendaraan terjebak dan bahkan ada kejadian tragis di mana dua mobil jenis Minibus Fanther dan mobil Rush jenis jeep terjatuh ke sungai, menelan korban jiwa.

Menteri PUPR Basuki Hadimuliyono, dalam arahannya, menekankan pentingnya penanganan cepat terhadap jalan rusak dan jembatan putus akibat bencana tersebut. Dia menegaskan bahwa perbaikan jalan harus dilakukan dengan cepat untuk memastikan akses masyarakat ke Padang, Lunang Silaut, dan sekitarnya tetap lancar.

Bantuan berdatangan dan harus antri karena jalan dalam perbaikan pasca banjir

Saat mengunjungi lokasi, terlihat sebagian jalan raya mengalami gangguan, namun Pemerintah Daerah Pesisir Selatan dan Provinsi Sumbar langsung bergerak cepat dengan menangani hal tersebut. Langkah tanggap tersebut termasuk pembuatan jalan darurat di Nagari Barung Barung Belantai, sekitar 45 kilometer dari Kota Padang.

Di sisi lain, masyarakat yang terdampak banjir di Kenagarian Duku Utara, seperti yang dialami oleh saudara Sayhrial di Dusun Rumah Bendi, meminta bantuan kepada Dinas PU untuk membersihkan material longsor yang menimbun rumah mereka.

Rukmini, seorang warga Nagari Duku Induk, juga menyampaikan kesedihannya atas kerugian yang dialaminya akibat banjir tersebut. Harta benda dan hasil panen padi mereka hanyut terseret banjir, dan hewan ternak mereka mati.

Dalam situasi darurat ini, Polda Sumbar melalui satuan Brimob telah menyalurkan pasokan air bersih dan makanan siap saji sebagai upaya bantuan kepada korban bencana banjir. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.