Pesisir Selatan – Javanewsonline.co.id | Kejadian banjir air bah melanda sejumlah nagari di Kecamatan Koto XI Tarusan, Daerah Pesisir Selatan, menimbulkan kepanikan dan kerugian besar bagi warga setempat. Banjir ini terjadi akibat hujan lebat yang berlangsung dari Senin hingga Kamis, 4-7 Maret 2024, yang dipicu oleh pasang air laut dan meluapnya Sungai Batang Tarusan.

banyak debu akibat tanah yang dibawa oleh banjir
Menurut saksi mata seperti Rukmini dan suaminya Suryanto, warga Nagari Duku, banjir datang begitu cepat dan tingginya air sungai membuat banyak rumah terendam, bahkan ada yang sampai terbenam atapnya. Peristiwa ini berlangsung hampir 14 jam sebelum air mulai surut pada siang Jumat, 8 Maret, setelah shalat Jumat.
Akibat banjir, harta benda warga seperti puluhan ekor sapi dan kendaraan roda dua dan empat ikut hanyut. Bahkan, di Nagari Siguntur dilaporkan terjadi longsor gunung yang menyeret mobil dan menewaskan 7 orang serta menyebabkan satu orang masih belum ditemukan.
Bupati Pesisir Selatan, Drs. Rusma Yulanwar, beserta timnya turun langsung ke lokasi pasca banjir untuk meninjau kondisi. Namun, sampai saat berita ini diturunkan, bantuan yang diperlukan oleh korban banjir belum tiba di lokasi, sehingga masyarakat membutuhkan pakaian, selimut, bahan makanan, dan air bersih.
Pemda Pesisir Selatan dianggap lambat dalam memberikan respons dan bantuan kepada korban banjir, sehingga masyarakat Kecamatan Koto XI Tarusan mendesak agar bantuan segera disalurkan untuk membantu pemulihan kondisi mereka. (Syamsurijon)

