Jayapura – Javanewsonline.co.id | Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua, Dr. Anton Mote, menegaskan perlunya kolaborasi dan kreativitas untuk mengatasi penyebaran HIV/AIDS di Provinsi Papua, mengingat cara konvensional tidak lagi cukup dalam era globalisasi yang terus berkembang.

Mote, dalam wawancara di GOR Cenderawasih Jayapura, mengungkapkan bahwa pendekatan yang monoton telah memberikan hasil, tetapi tidak secara signifikan. Oleh karena itu, KPA Provinsi Papua saat ini berusaha menggandeng berbagai pihak untuk intensif dalam kampanye pencegahan HIV/AIDS di kalangan masyarakat Papua.

Salah satu inisiatif yang diambil adalah melalui kegiatan seni budaya dan sosialisasi daring serta tatap muka dengan pendekatan yang lebih kreatif. Mote menekankan pentingnya seni sebagai media efektif dalam menyampaikan pesan, terutama terkait pencegahan HIV/AIDS.

“Dengan kegiatan seni budaya, kita dapat menyampaikan pesan kepada para penggiat seni. Mereka dapat menyuarakan pesan pencegahan HIV/AIDS dengan kreativitas mereka, melalui tarian, musik, dan berbagai bentuk seni lainnya,” ucap Mote.

Mote juga menyatakan bahwa pihaknya akan mengemas sosialisasi tatap muka secara offline dengan cara yang lebih kreatif agar materi yang disampaikan tidak membosankan. Selain itu, untuk sosialisasi daring, KPA Provinsi Papua melibatkan konten kreator, jurnalis, dan aktivis guna meningkatkan daya terima dan aplikabilitas pesan pencegahan.

Sambil meminta dukungan dari pemerintah daerah di tingkat Kabupaten/Kota di Provinsi Papua, Mote menutup pernyataannya dengan harapan agar upaya kolaboratif ini dapat memberikan dampak positif dalam menekan penyebaran HIV/AIDS di wilayah tersebut. (pam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.