Jayapura – Javanewsonline.co.id | Provinsi Papua menunjukkan angka penderita HIV/AIDS yang masih tinggi, menjadikannya urutan kedua setelah Jawa Barat dalam statistik kasus tertinggi di Indonesia, menurut data Kementerian Kesehatan. Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Papua, Dr. Anton Mote, mengungkapkan bahwa fenomena ini mirip gunung es, di mana jumlah sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi daripada yang tercatat saat ini.

Mote mengakui bahwa data yang ada baru mencerminkan sebagian kecil dari sebenarnya, karena banyak masyarakat yang masih enggan untuk melakukan pemeriksaan HIV/AIDS. “Kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan menjadi salah satu faktor mengapa jumlah sebenarnya belum terungkap,” ujarnya.

Menurut Mote, pemeriksaan HIV/AIDS adalah langkah yang sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Namun, stigma negatif terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) menjadi salah satu hambatan utama. “Stigma ini perlu dihilangkan dari pikiran masyarakat Papua. HIV tidak menular semudah yang banyak orang pikirkan. Stigma ini membuat masyarakat takut untuk memeriksakan kesehatannya,” tegasnya.

Selain itu, Mote menyebut bahwa kurangnya peralatan kesehatan yang memadai di setiap Kabupaten dan Kota di Provinsi Papua turut menjadi faktor utama ketidaktransparanan jumlah penderita. Ia mendesak pemerintah daerah untuk serius mengatasi masalah ini dan memberikan perhatian yang lebih kepada ODHA.

“HIV/AIDS adalah fenomena gunung es. Yang terlihat hanyalah puncaknya, sementara sebagian besar masih tersembunyi di bawah. Pemerintah daerah perlu serius dalam menangani masalah ini, karena ODHA adalah saudara kita yang perlu dirangkul, bukan dijauhi,” tutup Mote. (pam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.