Bangka  – Javanewsonline.co.id | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka Tengah menjadi sorotan dengan munculnya berita mengenai sering terlambatnya rapat paripurna. Terlepas dari kenyataan bahwa DPRD seringkali menjadi buah bibir dalam konteks negatif, pertanyaan utama adalah: mengapa hal ini terjadi?

Dalam pencarian di laman Google, terlihat bahwa berita positif mengenai DPRD Kabupaten Bangka Tengah jarang muncul. Masyarakat setempat pun mengekspresikan ketidakpuasan mereka terhadap kinerja DPRD tersebut. “Nampak seperti tak berprestasi DPRD Kabupaten Bangka Tengah ini,” kata salah satu warga.

Molornya rapat paripurna menjadi pola yang terus berulang, menciptakan citra negatif DPRD Bangka Tengah. Dalam berita, ditemukan bahwa beberapa anggota bahkan terlihat merokok di luar ruangan saat paripurna berlangsung, memberikan gambaran ketidakseriusan dalam menjalankan tugas mereka.

Mantan anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Bangka Tengah, Syahran, memberikan perspektif yang jujur terkait situasi tersebut. Ia menegaskan bahwa pimpinan DPRD memiliki peran penting dalam menanamkan rasa malu dan kesadaran akan nama baik lembaga.

“Terus terang, kalau hanya sendiri saja tidak bisa. Masak orang sudah berjam-jam menunggu karena menunggu yang lain, jadi molor. Kita kan kecewa,” ujarnya.

Syahran menyingkap misteri di balik keterlambatan tersebut. “Mungkin ada masalah yang belum terselesaikan, seperti masih ada lobi-lobi kepentingan. Seringkali terjadi pada saat LKPJ dan pengesahan anggaran, karena mungkin pokok pikiran (Pokir) belum masuk,” jelasnya.

Masyarakat Bangka Tengah berharap adanya perubahan di DPRD mereka. Melalui kesadaran akan tanggung jawab dan transparansi dalam proses keputusan, diharapkan DPRD Kabupaten Bangka Tengah dapat membangun citra positif yang sesuai dengan harapan masyarakat.

Sebuah panggilan untuk perubahan dan peningkatan kinerja demi kebaikan bersama. (Renaldi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.