Bangka – Javanewsonline.co.id  | Sejumlah warga nelayan di Kecamatan Lubuk Besar, Bangka Tengah (Bateng), menegaskan penolakan mereka terhadap operasional penambangan yang dilakukan oleh PT Timah Tbk. Dalam pandangan mereka, penambangan tersebut berpotensi merusak wilayah tangkap ikan dan memberikan dampak negatif secara luas.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar oleh Ketua DPRD Bangka Tengah, Me Hoa, pada Senin lalu, menjadi wadah bagi masyarakat Batu Beriga untuk mengekspresikan aspirasi mereka terkait rencana penambangan timah di Laut Batu Beriga.

Menurut Me Hoa, masyarakat dengan tegas menyampaikan bahwa hasil penambangan yang dijanjikan oleh PT Timah tidak sebanding dengan dampak negatif yang mereka terima. Hal ini menjadi dasar bagi mereka untuk menolak operasional penambangan tersebut.

“Aspirasi masyarakat jelas mereka mengatakan hasil penambangan tidak sebanding dengan dampak negatif yang mereka peroleh sehingga ini perlu dipertimbangkan lagi karena berimbas pada berbagai sektor,” ungkap Me Hoa.

Rapat tersebut dihadiri oleh berbagai pihak terkait, dan tujuannya adalah untuk meraih pemahaman yang komprehensif terkait rencana penambangan timah. Me Hoa menegaskan bahwa peranannya sebagai Ketua DPRD adalah mendengarkan aspirasi rakyat dan menyampaikannya kepada pembuat regulasi.

Me Hoa juga mengungkapkan harapannya agar PT Timah Tbk menangguhkan aktivitas penambangannya. “Kita berharap PT Timah Tbk jangan beraktivitas dulu. Kalaupun nanti regulasinya tidak bisa diubah, sampaikan hal ini dengan gentle kepada masyarakat, kepada kami. Tapi tentu disampaikan dengan alasan yang logis,” tambahnya.

Meskipun PT Timah Tbk memiliki legalitas yang lengkap, termasuk Izin Usaha Pertambangan (IUP), izin lingkungan, dan izin operasi produksi, nelayan tetap menganggap aktivitas tambang timah mengganggu wilayah tangkap ikan mereka. Protes keras ini menunjukkan adanya dilema antara legalitas perusahaan dan dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat setempat.

Masih terus berlangsung perdebatan antara kebutuhan ekonomi perusahaan dengan keberlanjutan mata pencaharian nelayan. (Renaldi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.