Di tengah malam yang gelap, seorang pria muda terbaring lemah di ruang rawat inap Puskesmas Bunut, Kabupaten Pelalawan, Riau. Kepalanya terluka parah setelah tertimpa besi tenda pelaminan.

Pria itu, yang bernama Wawan, adalah pekerja pemasangan tenda pelaminan. Ia datang dari Pekanbaru untuk bekerja di sebuah acara pernikahan di Desa Bunut.

Ketika kejadian nahas itu terjadi, Wawan langsung dilarikan ke Puskesmas Bunut. Namun, ia harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan penanganan medis.

Petugas medis di Puskesmas Bunut hanya berjumlah satu orang. Ia tidak bisa menangani luka Wawan sendirian. Ia harus menunggu dokter datang dari Kota Pangkalan Kerinci, ibu kota Kabupaten Pelalawan.

Wawan akhirnya bisa mendapatkan penanganan medis dari dokter setelah menunggu selama tiga jam. Namun, ia harus membayar biaya berobat sebesar Rp150.000.

Kejadian ini membuat warga Desa Bunut dan sekitarnya resah. Mereka mempertanyakan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Bunut.

“Ini sudah sering terjadi,” kata Joe Kampe, Ketua Gerakan Pemuda Pelalawan (GP3). “Petugas medis di Puskesmas Bunut tidak selalu ada, terutama di malam hari.” Ujarnya.

Kampe meminta Bupati Pelalawan, Zukri Misran, untuk mengevaluasi pelayanan kesehatan di Puskesmas Bunut. Ia juga meminta pemerintah daerah untuk menambah jumlah petugas medis di Puskesmas Bunut.

“Pemerintah daerah harus peduli dengan kesehatan warganya,” kata Kampe. “Jangan sampai warga harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan penanganan medis.” tambahnya.

Zulkri Misran, Bupati Pelalawan, telah mendengar keluhan warga. Ia berjanji akan mengevaluasi pelayanan kesehatan di Puskesmas Bunut.

“Saya akan memerintahkan Dinas Kesehatan untuk melakukan evaluasi,” kata Zulkri. “Saya ingin memastikan bahwa warga Pelalawan mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.”

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah daerah. Pelayanan kesehatan yang baik adalah hak setiap warga. Pemerintah daerah harus memastikan bahwa warganya bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, kapan pun dan di mana pun. (Erizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.