Serang – Javanewsonline.co.id | Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten mendorong seluruh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk bahu-membahu menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Banten. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Banten Budi Darma Sumapradja, saat menghadiri acara HUT ke-16 PKH, di GOR Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang, Kamis (27/7).
Dikatakan Budi, sejak diluncurkan pada 2007-2008, terdapat sebuah kemajuan dalam penanganan kemiskinan di Provinsi Banten. “Sudah 16 tahun sejak program ini diluncurkan, faktanya bisa dilihat, angka kemiskinan di Provinsi Banten selalu dua digit dari rata-rata nasional,” kata Budi.
Budi menilai, hal ini menjadi bukti peran pendamping PKH dalam melakukan pembinaan terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) cukup berhasil. “Peran teman-teman PKH dalam membina KPM khususnya agar indeks kesehatan dan pendidikan lebih tinggi,” ucapnya.
Budi mengungkapkan, misalkan orang tuanya miskin, diendors oleh PKH anaknya untuk giat mengakses pendidikan, giat mengakses kesehatan dengan imunisasi lengkap, mulai dari BCG. Apabila pendidikan dan kesehatan anaknya lebih tinggi dari orang tuanya, maka kemiskinan bisa diputus.
Menurut Budi, hasil kerja keras PKH dibuktikan dengan turunnya jumlah penduduk miskin di Banten sebanyak 12,11 ribu orang. “Itu hasil teman-teman yang bekerja di bawah. Soal perhitungan angka kemiskinan yang ngitung kan BPS (Badan Pusat Statistik, red),” katanya.
Kepada seluruh pendamping PKH di Banten, Budi berharap menjadi insan yang bermanfaat bagi masyarakat.“Seperti tadi kan kita kasih apresiasi bagi PKH yang membina 100 KPM, bahkan ada yang sampai 1.000 KPM, bisa dibayangkan setiap hari ngurus ribuan oarng miskin. Untuk itu, saya berharap HUT ke-16 PKH menjadi sebuah refleksi, agar insan PKH dapat berbuat baik kepada sesama dan bermanfaat bagi umat,” ucapnya. (Adv)

