Takalar (Sulsel) – Javanewsonline.co.id | Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kabupaten Takalar, khususnya di Kelurahan Bulukunyi Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel), diarahkan agar mampu membangun usaha produktif skala rumah tangga dengan memanfaatkan hasil pertanian, terutama mengembangkan sumber pangan alternatif.

“Kegiatan maupun pembinaan KWT, selain mengembangkan usaha pertanian, juga harus mampu menciptakan produk olahan maupun sumber pangan alternatif,” kata Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Takalar Muhammad Amin, dalam bimbingan teknis pengembangan dan pembinaan KWT di Bulukunyi, Rabu (26/7).
Menurut Amin, Kabupaten Takalar memiliki keanekaragaman hayati tanaman sumber karbohidrat, termasuk ubi-ubian, seperti singkong, ubi jalar dan talas. Pangan alternatif sumber karbohidrat itu tersedia dan tumbuh subur di Kabupaten Takalar.

Padahal, ungkapnya, pangan alternatif yang tersedia dan tumbuh subur diberbagai daerah itu secara tradisional dikonsumsi sebagai pangan pokok maupun . Ketersediaan pangan lokal (alternatif), diupayakan untuk minimal ditanam di pekarangan rumah.
“Agar pemanfaatan lebih maksimal, maka bahan pangan alternatif diolah dan diproses menjadi produk berbentuk kue, serta makanan lainnya untuk peningkatan ekonomi,” jelasnya.
Dia menambahkan, proses pengolahan pangan lokal menjadi sumber karbohidrat alternatif, tidak terlepas dari peran dan kemampuan para anggota KWT, sesuai potensi pangan lokal yang dikembangkan di masing-masing wilayah kelompok tani.
Ia menambahkan, keberadaan KWT juga bisa membantu mengatasi ketersediaan gizi terutama penanganan stunting.
Ia juga berharap KWT bisa membantu ketersediaan gizi untuk mengatasi stunting serta berperan aktif membantu pemerintah untuk menekan angka stunting melalui sosialisasi kemasyarakatan, dengan aktif berpartisipasi dalam upaya pengembangan, penyediaan dan konsumsi pangan.
Saya minta kepada Pengurus KWT, untuk berupaya aktif mensosialisasikan kepada masyarakat, dengan mengajak memanfatkan pekarangan rumahnya untuk ditanami komoditas tanaman sayuran maupun tanaman lainnya,” kata Muhammad Amin Daeng Ni’ga.
Sementara itu, Hj Muhlia Daeng Romba, Penyuluh Dinas Pertanian Takalar memberikan materi dengan mempraktekkan cara membuat olahan makanan kepada anggota kelompok wanita Tani (KWT) seperti keripik terbuat dari singkong, keripik pisang dan jamu, serta produk lainnya
Kegiatan bimbingan teknis pengembangan dan pembinaan KWT dihadiri oleh Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Takalar, Muhammad Amin, kordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Polsel, Wardana Tika, Lurah Bulukunyi Nasaruddin Daud, penyuluh pertanian se Kecamatan Polsel, Kepala lingkungan, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Kelurahan Bulukunyi, serta tokoh masyarakat. (Muhammad Rusli)
