Serang – Javanewsonline.co.id | Himbauan KMB P3-TGAI Wilayah Kota Serang Hendi Suhendi kepada para Ketua P3A yang tahun ini mendapatkan anggaran pembangunan irigasi, beredar di grup whatsapp yang ramai diperbincangkan publik.

Isi himbaauan tersebut memang mengingatkan kepada Ketua P3A agar berada di lokasi proyek dan memantau pembangunan irigasi.

Seperti pemasangan pondasi irigasi agar tidak ada genangan air. Kalaupun ada genangan air, harus disedot dengan pompa. Terutama di daerah irigasi sungai Ciujung, seperti Kelurahan Terumbu, Bendung, Teritih dan Kilasah, karena Kawasan tersebut memasuki musim kedua tanam padi.

Himbauan tidak hanya diarahkan kepada Ketua P3A keempat kelurahan tersebut saja, melainkan juga untuk kawasan lain yang menerima program pembangunan irigasi. Yang intinya, tetap waspada dan sigap mengatur saluran air di tempat masing-masing para Ketua P3A yang mendapatkan program tersebut, serta mendokumentasikan pelaksanaan pekerjaan.

Melihat himbauan KMB P3-TGAI Wilayah Kota Serang tersebut, tujuannya memang baik, agar pembangunan irigasi tersebut dapat dilaksanakan secara maksimal sesuai dengan spesifikasi pekerjaannya.
Namun yang menjadi gunjingan publik, KMB P3-TGAI Wilayah Kota Serang juga menghimbau kepada para Ketua P3A, agar tidak perlu sembunyi dari berkeliarannya ‘odong-odong’ (LSM dan Pers), bila mereka datang ke lokasi pekerjaan irigasi.

Soal himbauan KMB P3-TGAI Wilayah Kota Serang, agar para Ketua P3A berada di lokasi selama pelaksanaan pekerjaan irigasi, menuai cibiran dari Dede Kurniawan. Mantan aktifis yang beralih profesi menjadi wirausahawan ini menilai hal itu tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Itu hanya omong kosong. Instruksi itu mentah tanpa realisasi apapun di lapangan. Mana ada Ketua P3A yang stand by di sana. Apalagi perintah menyediakan pompa. Jangan harap tersedia. Karena pekerjaan tersebut rata-rata diborongkan kepada pihak ketiga, walau tidak ada perjanjian kontrak secara tertulis. Rinciannya, Ketua P3A menyediakan material, sedangkan pemborong menyediakan tenaga kerja. Jadi, rata-rata pekerja yang ada di lokasi bukan warga sekitar, apalagi anggota dari kelompok P3A,” papar Dede Kurniawan.

Dede meminta kepada KMB P3-TGAI wilayah Kota Serang turun ke lapangan. Jangan hanya percaya laporan di atas meja. “Turun sendiri sajalah ke lapangan, biar tahu kondisinya,” himbaunya kepada KMB P3-TGAI wilayah Kota Serang.

Pernyataan Dede Kurniawan memang sesuai dengan kondisi di lapangan. Hal ini Ketika dilakukan liputan ke lokasi pekerjaan pembangunan irigasi ke wilayah Kelurahan Terumbu dan Bendung, Kecamatan Kasemen (30-31 Mei 2023), Kota Serang, proyek dikerjakan oleh pemborong (bukan swakelola) dan Ketua P3A tidak berada di lokasi.

“Saya hanya bekerja dan bukan warga sini. Saya juga tidak tahu siapa Ketua P3A nya,” ujar seorang pekerja di lokasi pembangunan irigasi Kelurahan Terumbu.

Hal serupa juga terjadi di Kelurahan Bendung. Para pekerja bukanlah anggota kelompok P3A setempat, melainkan orang luar yang yang dipekerjakan pemborong proyek irigasi. “Bapak tanyakan saja pada warga di sini. Saya hanya pekerja jadi tidak tahu apa apa,” tutur salah satu pekerja di Kelurahan Bendung, Ketika ditanyakan siapa Ketua P3A Kelurahan Bendung. (MS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.