Tapsel – Javanewsonline.co.id | Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H Dolly Pasaribu, menginginkan, agar kiranya laporan perkembangan atau penurunan angka stunting harus ia terima secara “Day By Day” atau hari per hari.
Maka, kepada jajarannya, ia meminta, agar terkait stunting harus jadi fokus utama tanpa tinggalkan tanggung jawab masing-masing.
“Seluruh pemangku kepentingan harus aktif, mulai dari Pemkab, Camat, Desa, dan Kelurahan, untuk memiliki tanggung jawab bersama. Ini tidak lagi menjadi persoalan kecil, tetapi menyangkut keluarga kita,” ujar Bupati, melalui zoom meeting, saat hadiri rapat dengan Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, serta Menteri Dalam Negeri RI dan disaat yang bersamaan sebagai pemateri dalam peluncuran Dokumen Strategi Nasional Pengelolaan Lahan Basah bersama Kementerian Bappenas di Hotel Arya Duta Jakarta, Kamis (2/2).
Dengan demikian, lanjut Bupati, mulai dari masyarakat yang mau menikah, ibu hamil, persalinan, bayi yang baru lahir, hingga usia seribu hari harus menjadi perhatian semua pihak.
Dia berharap, dengan adanya kegiatan ini, para perangkat daerah/desa bisa terjemahkan serta memberi informasi bagi masyarakat.
“Begitu juga dengan PKK bisa memberikan program yang meningkatkan kualitas anak-anak Tapsel,” tegas Bupati.
Sementara, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) M Frananda saat memberikan sambutan dalam permasalahan mengenai stunting menekankan, bahwa penanganan pertama terkait stunting ialah persamaan persepsi.
Di sisi lain juga Presiden di setiap kesempatan menekankan terkait bonus demografi.
“Tentu kita manfaatkan bonus demografi dengan melahirkan penerus yang sehat, cerdas, dan sejahtera,” kata Sekda.
Para Kader Posyandu, harus memberikan penjelasan yang baik, serta dapat dipahami oleh masyarakat, sehingga bisa sama-sama mengatasi masalah kesehatan.
Penyakit sangat meresahkan, karena ini menjadi penentu bagaimana generasi Indonesia khususnya Tapsel kedepan. “Semua bisa ambil peran masing-masing, agar kegiatan penurunan stunting bisa sukses,” jelasnya.
Sedangkan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapsel Rosalina Dolly Pasaribu menjelaskan, bahwa penyakit stunting bukan penyakit yang menular, akan tetapi disebabkan kekurangan gizi kronis yang diderita anak, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan, perkembangan otak yang kurang maksimal, kemampuan mental serta belajar yang kurang.
Ini terjadi sejak dalam kandungan dan terlihat pada anak setelah usia dua tahun. Oleh karena itu perlu diwaspadai, karena bukan masalah itu saja, akan tetapi nampak negatif kedepan.
Seperti diketahui, Indonesia penduduknya lebih produktif dari pertambahan penduduknya, di bandingkan dengan negara eropa.
Lebih lanjut, Ketua TP PKK mengatakan, bagaimana menciptakan sumber daya manusia yang baik, jika sumber daya manusia tidak di perhatikan gizinya. Seperti PKK yang menjadi mitra bagi pemerintah, yang mendapat tanggungjawab serta partisipasi aktif dalam percepatan penurunan angka stunting.
“Tingginya angka stunting menjadi perhatian kita bersama. Disini saya mengajak agar sama-sama bergerak untuk melakukan pencegahan stunting. Dengan kesadaran, baik kesadaran hati yang ikhlas, serta kesadaran karena terpaksa dan melakukan dengan kemauan dari diri sendiri.
“Untuk PKK, disinilah kita menjalankan 10 program PKK. Seperti kita bisa mengolah makanan yang sederhana menjadi makanan yang bergizi serta aman, sehingga masyarakat kita yang memiliki ekonomi bermasalah, tidak ada alasan tidak bisa memberikan makanan yang bergizi bagi keluarganya,” katanya.
Kepala Bappeda Chairul Rizal Lubis melaporkan, bahwa kegiatan ini adalah salah satu upaya percepatan penurunan angka stunting di Tapsel.
Ujung tombak terdepan yang bisa menurunkan stunting kita (Posyandu) aktif, sehingga kegiatan posyandu kedepan bisa di optimalkan dengan adanya sinergitas antara satu dengan yang lainnya.
“Kegiatan ini di gagas oleh Dinas PMD, Dinas Kesehatan, Dinas PP & KB dan Bappeda yang di koordinir Sekda Tapsel,” jelasnya.
Turut hadir, Asisten, Staf Ahli, Pimpinan OPD, Kapala Bagian, Camat, Ketua DWP Tapsel, Pengurus PKK Kabupaten, Ketua TP PKK Kecamatan, Kepala Desa/Lurah, Ketua TP PKK Desa, dan Satgas Stunting Kabupaten Tapsel. (Sukarsih)

