Gowa (Sulsel) – Javanewsonline.co.id | Sejumlah tenaga pendidik dari sekolah Dian Harapan Makassar berkunjung ke Kantor Yayasan PerDIK, pada Senin (7/12), di kompleks Graha Aliya blok E3a Katangka, Kabupaten Gowa.
Hermin selaku perwakilan Sekolah Dian Harapan mengucapkan terima kasih kepada PerDIK Sul-sel, yang telah membantu sekolah Dian Harapan dalam pelaksanaan bakti sosial yang saat ini hampir rampung. Hermin juga menyampaikan bahwa di sekolah tersebut telah diadakan kursus singkat bahasa isyarat, yang beberapa waktu lalu diajarkan oleh Bambang Ramadhan yang merupakan Aktivis Tuli dari Gerkatin (Organisasi Tuli).
Dalam perkenalan dengan anggota PerDIK, para guru sekolah Dian Harapan terlihat percaya diri saat mempraktekkan bahasa isyarat yang telah mereka kuasai, disaksikan langsung oleh Andi Kasri Unru, yang merupakan tim advokasi PerDIK yang menggunakan bahasa isyarat.
Selain itu, karena anak anak sudah belajar bahasa isyarat maka sebagai hasilnya anak-anak siswa Sekolah Dian Harapan telah membuat video dalam bahasa isyarat, sebagai pesan dan kesan mereka telah belajar bahasa isyarat.
“Oleh karena itu, kami berharap jika bapak dan ibu PerDIK Sul-Sel berkenan, kami ingin mengirimkan video nya nanti. Setelah itu, kami berharap bapak dan ibu bisa menanggapi video anak-anak tersebut,” ucapnya.
Mewakili Yayasan PerDIK, Nurhidayat menyampaikan tentang profil PerDIK serta sejumlah kegiatan yang PerDIK kerjakan, khususnya dalam bidang pendidikan. Nurhidayat berharap kelak PerDIK bisa berkolaborasi dengan Sekolah Dian Harapan, dalam menyelenggarakan pendidikan inklusi di sekolah tersebut.
Dalam kunjungan itu, Sekolah Dian Harapan membawa 50 paket sembako yang diperuntukkan kepada 50 warga difabel yang selama ini terdampak pandemi covid-19 dan selama ini menjadi bagian dari PerDIK. Dalam penyaluran 50 paket sembako tersebut, Sekolah Dian Harapan sepenuhnya menyerahkan kepada PerDIK. Nurhidayat juga berterimakasih kepada Sekolah Dian Harapan yang telah mempercayakan PerDIK dalam penyaluran paket tersebut.
“Salah satu hal yang memang kami kerjakan adalah menjangkau difabel yang terdampak covid-19 dan tidak menjadi sasaran penerima program bantuan yang disalurkan oleh pemerintah,” tutupnya. (Syarifuddin)

