Lamongan – Javanewsonline.co.id | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soegiri Kabupaten Lamongan, mengadakan kegiatan workshop dan seminar peningkatan potensi keperawatan dalam pemeriksaan fisik dan pendokumentasian bagi perawat maupun bidan, untuk persiapan menunjang akreditasi, di Aula lantai 3 gedung RSUD Soegiri, Selasa (26/7).
Sebelum acara di mulai, pihak RSUD Soegiri memberikan arahan safeti brifing yang disampaikan oleh perwakilan dari Tim K3RS sebagai prosedur keselamatan bagi pasien, pengunjung juga petugas Rumah Sakit.
“Saat ini anda berada di lantai 3 gedung RSUD Soegiri, hari ini tidak ada latihan darurat, sehingga apabila anda mendengar alarm, jangan panic, ikuti arah petunjuk maupun intruksi petugas kami”, terdengar ucapan yang disampaikan oleh perwakilan K3RS saat memberikan arahan safeti brifing.
Harun Rosid MKep Nes selaku ketua panitia kegiatan seminar mengatakan, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini agar perawat maupun bidan bisa memberikan asuhan keperawatan maupun pemeriksaan fisik dengan benar, serta mampu melakukan pendokumentasian yang lengkap dan benar didalam rekam medis.
“Kegiatan ini sangat penting, selain perawat dan bidan bisa melakukan keperawatan, juga mampu melakukan komunikasi efektif antar profesi pemberi asuhan dengan metode sebar. Materi ini merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh semua perawat atau bidan sesuai PMK No 20 tahun 2017, sekaligus sebagai persiapan untuk menunjang akreditasi,” ucap Harun Rosid selaku Ketua panitia.
Harun Rosid menambahkan, terkait dengan kegiatan, fasilitator yang memberi materi dalam acara tersebut ada tiga sumber yaitu, Dr Eka Aripispita (specialis Anastesi), Joko Susanto SKep Nes (D3 keperawatan (Unair kampus Lamongan), serta H Suaji M Kep Nes.
“Jadi selain fasilitator yang saya sampaikan tadi, saya juga berharap para peserta seminar dan workshop ini pulang membawa ilmu yang akan di aplikasikan dalam tugas sehari-hari sebagai perawat ataupun bidan,” tutur Harun Rosid.
Lebih lanjut, direktur RSUD Soegiri Dr HM Chaidir Anas MKes saat memberi sambutan mengatakan, bahwa RSUD Soegiri ini adalah lembaga yang memberikan pelayanan public, sehingga pengoptimalan pelayanan harus bisa memberi kepuasan bagi masyarakat.
“Layanan publik ini terdiri dari beberapa komponen, yaitu sarana dan peralatan. Saya kira itu sudah oke, kita sudah memiliki alat-alat dokter yang ter-update, ruangan-ruangan perawatan kita juga tidak kalah, teknologi juga inovasinya juga selalu munculkan layanan baru,” paparnya.
Satu hal yang menjadi Pekerjaan Rumah (PR) adalah SDM, lanjutnya, karena ini sangat penting, apa artinya alat yang hebat dan sarana bagus tapi tidak didukung dengan SDM yang hebat dan berkualitas.
Oleh karena itu, pelatihan hari ini berbicara mengenai kompetensi SDM untuk meningkatkan pelayanan, karena itu merupakan faktor utama dalam pelayanan. Sedikit tambahan dari Direktur RSUD Soegiri, bahwa selain inovasi juga pelayanan.
Untuk layanan unggulan yang belum tersosialisasi kepada masyarakat yaitu poli kecantikan, layanan antar obat (latar omah), juga pendaftaran melalui online Soegiri mobile yang baru berjalan selama tiga bulan dan terus berbenah. (Dvk)

