Sumenep – Javanewsonline.co.id | Polres Sumenep bersama TNI dan Dinas Peternakan Kabupaten Sumenep Jawa Timur, saat ini sedang memantau dan mengantisipasi penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak sapi yang ada di Kabupaten Sumenep, serta mengadakan pendekatan di titik Posko yang terletak di Desa Kebon Agung Kecamatan Kota Sumenep.
Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti S SH saat ditemui di ruang kerjanya menyampaikan, bahwa Polres Sumenep beserta TNI dan Dinas Peternakan Sumenep mulai hari ini akan melakukan penyekatan dan pemeriksaan terhadap pengiriman hewan ternak sapi dan kambing, baik pengiriman ke kota maupun yang mau di bawa ke pasar dan juga yang akan di sembelih.
Untuk batas waktu penyekatan serta pemeriksaan yang di mulai hari Selasa (31/05) tidak ditentukan sampai pandemi virus PMK di anggap sudah tidak ada lagi.
Selain itu, Kasi Humas Polres Sumenep mengungkapkan, bahwa Tim Satgas virus PMK telah melakukan pemeriksaan dan pencegahan di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep, dari kota dan kecamatan sampai ke pelosok desa.
“Alhamdulillah sampai sampai saat ini hewan ternak sapi di wilayah Kabupaten Sumenep tidak ada yang terpapar Virus PMK. Jika ada hewan ternak sapi yang terindikasi Virus PMK maka hewan tersebut langsung dipisahkan dari hewan lainnya yang masih sehat dan di beri pengobatan vaksin dari dinas kehewanan Kabupaten Sumenep,” jelasnya.
Perlu diketahui, virus PMK yang menimpa hewan ternak sapi tidak menular pada manusia, walaupun di konsumsi dagingnya saja. Penularannya bisa melalui tangan manusia, apabila menyentuh hewan ternak sapi yang terpapar virus PMK dan kita menyentuh hewan ternak sapi yang sehat, maka sapi itu akan terkena virus PMK.
Kasi Humas Polres Sumenep Widiarti S SH berharap, pandemi virus PMK yang saat ini menimpa hewan ternak sapi agar segera berakhir, apalagi ini sudah mendekati Hari Raya Qurban (Idul Adha). (Ibnu)

