OKI – Javanewsonline.co.id | Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) telah menganggarkan perbaikan jalan penghubung antara Desa Muara Batun – Terusan Jawa Kecamatan Jejawi, Kabupaten OKI.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten OKI, Ir Man Winardi, melalui Kabidnya, Ahmad Sulaiman, ketika diwawancara wartawan, Senin (30/05).

Lebih lanjut Ahmad menjelaskan, pembangunan jalan poros penghubung Desa Muara Batun – Terusan Jawa, telah dianggarkan untuk pelaksanaannya dan tinggal menunggu proses lelang.

“Pada tahun 2022 ini, jalan tersebut akan kita bangun dan sudah kita anggarkan untuk pelaksanaannya, tinggal menunggu proses lelangnya saja,” jelas Ahmad.

Ia juga mengimbau kepada Kepala desa (Kades) yang ada di bumi bende seguguk ini agar proaktif dalam menyikapi permasalahan jalan di Kabupaten OKI, dengan mengajukan proposal ke Dinas PUTR OKI.

“Prosedurnya seperti itu, maka dari itu kita meminta kades agar proaktif, biar semua permasalahan jalan ini bisa kita akomodir, lalu akan kita proses dan diajukan ke DPRD OKI untuk pengesahannya,” jelas Ahmad.

Sebelumnya diberitakan, jalan poros di Kecamatan Jejawi, Kabupaten OKI, yang merupakan jalan penghubung Desa Muara Batun – Terusan Jawa, dikeluhkan oleh warga setempat dikarenakan kondisinya yang rusak parah.

“Jalan penghubung antar desa yang telah lama tidak mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten OKI ini kondisinya sangat parah. Sehingga sangat sulit dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujar Tedi, warga setempat ketika diwawancara.

Lanjutnya, adapun kondisi jalan tersebut merupakan tanah merah yang ketika diguyur hujan menjadi rusak dan berlumpur. Kondisi tersebut membuat warga yang ingin beraktifitas tentunya tidak mendapatkan kenyamanan.

“Kami inginkan adanya perhatian dari pemerintah daerah, baik dari Bupati OKI ataupun anggota DPRD OKI, melalui dinas terkait, agar sarana infrastruktur jalan penghubung antara Desa Muara Batun – Terusan Jawa ada perbaikan,” ungkapnya.

Senada diutarakan warga lainnya, yakni Amir, ia mengeluhkan kondisi infrastruktur yang ada, mengingat dengan kondisi tersebut tidak memberikan rasa aman dan nyaman dalam beraktifitas, kondisi jalan poros desa yang menuju ke Desa Terusan Jawa diakuinya sangat menghawatirkan, karena mengalami kerusakan. Jalan tersebut juga merupakan satu-satunya jalan penghubung dengan desa Batun Baru.

“Tentunya dengan kondisi ini akan menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat, dikarenakan jalan poros desa merupakan akses yang sangat strategis bagi masyarakat dalam beraktifitas, maupun bagi petani yang menggunakan jalan tersebut sebagai akses pendistribusian hasil panennya,” ucapnya. Sebagai warga, ia ingin mendapatkan kenyamanan saat melintasi jalan poros desa, agar selamat dalam beraktivitas. (Irwan) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.