Tapanuli Selatan – Javanewsonline.co.id | Wakil Bupati Tapanuli Selatan, Rasyid Assaf Dongoran MSi yang juga memiliki latar belakang Sarjana Biologi dan Manajemen Lingkungan Hidup, dalam perjalanan bersama jurnalis dibeberapa titik tepian hutan Batangtoru di Tapanuli Selatan mengatakan, ada sebuah Bentang Alam Ekosistem Hutan Batangtoru yang terletak secara administrasi di Kab Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Sekira 150,000 hektar terdapat bentang alam Ekosistem Batangtoru yang harus terus dilestarikan karena memiliki nilai keanekaragaman hayati yang sungguh luar biasa, seperti Orangutan Tapanuli (Ape-Pongo tapanuliensis) dan berbagai jenis Small Ape, juga terdapat Harimau Sumatera (Phantera tigris Sumatrae) dan berbagai jenis  small cats langka.

Selain itu, merupakan ekosistem yang secara sains memastikan sebagai tempat sumber daya air dan sumber daya pertahanan dari potensi bencana alam banjir

Menurutnya, upaya Konservasi dimaksudkan sebagai Pelestarian dan Pemanfaatan, ada sebagian wilayah alam di manfaatkan bagi kepentingan ekonomi berkelanjutan dan ada sebagian besar wilayah tetap harus di lindungi agar tidak rusak.

“Perlu di ingat,  konservasi tidak bisa hanya dilakukan pihak tertentu saja secara elite, tapi kita perlu melakukannya secara kolaboratif dan terus menerus atau sustainable oleh berbagai pihak, seperti pemerintah, non pemerintah dan masyarakat,” ujar Wabub.

Hal itu untuk memastikan eksistensi bentang alam Batangtoru di 3 kabupaten ini akan tetap sehat dimasa depan untuk generasi yang akan datang, maka semua harus berkontribusi dan bekerjasama secara terbuka dan dengan hati yang lurus.

“Kedepan, kita coba buat pertemuan silaturahmi dengan para penggerak konservasi alam yang sudah bekerja di Batangtoru dan yang menaruh minat bekerja di ekosistem batangtoru,” sambungnya.

Tapi perlu diketahui, ungkapnya, bahwa pihak-pihak yang bekerja harus punya inisiatif yang cerdas dan tidak berprasangka jika kami membuat pertemuan, maka kami akan memberikan dana APBD.

Ia mengajak untuk silaturahmi dengan penggerak konservasi dan jangan berpikir politis serta tidak menebar isu miring ini dan itu.

“Ayo kita bertemu dan berdiskusi tentang apa yang bisa kita buat kedepan, untuk melestarikan aset bangsa dan negara berupa bentang alam ber nilai keanekaragaman hayati yang tinggi ini,” ucapnya.

Ia juga mempersilahkan teman-teman penggiat konservasi datang dan berdiskusi dengannya di kantor Wakil Bupati Tapanuli Selatan. (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.