BANTAENG —  Javanewsonline.co.id | Suasana penuh kehangatan dan haru menyelimuti Aula YPPKU Ihya’ Ulumiddin, Kampung Beru, Desa Tombolo, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng, Senin (15/6/2026). Di tempat ini, digelar prosesi Pelepasan dan Perpisahan Peserta Didik Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pondok Pesantren Ihya’ Ulumiddin Angkatan 2026.

Momen kelulusan ini tidak sekadar menjadi tanda berakhirnya masa belajar di pesantren, melainkan tonggak awal bagi para santri untuk mengamalkan ilmu dan melanjutkan rihlah ilmiah ke jenjang yang lebih tinggi.

Hadir langsung dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin. Di hadapan para guru, orang tua, dan jalaran pengasuh pesantren, Wabup memberikan suntikan motivasi mendalam kepada 37 santri MA yang secara resmi dilepas hari itu.

“Alhamdulillah, pada hari ini kita dapat bersama-sama menghadiri pelepasan dan penamatan peserta didik. Saya berharap momen ini bukanlah akhir dari perjalanan dalam menuntut ilmu, melainkan awal untuk terus melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan meraih cita-cita yang lebih besar,” ujar H. Sahabuddin.

Investasi Akhirat dan Apresiasi Guru

Bagi sebuah lembaga pendidikan Islam seperti pondok pesantren, meluluskan santri adalah bagian dari ikhtiar mencetak generasi khairu ummah (umat terbaik). Oleh karena itu, Wabup Sahabuddin secara khusus menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para asatidz (tenaga pendidik) dan pengasuh pesantren. Menurutnya, dedikasi dalam membimbing, mendidik, dan menempa akhlak para santri merupakan kontribusi nyata bagi masa depan bangsa dan agama.

Selain kepada para guru, apresiasi juga dialamatkan kepada para orang tua santri yang telah memercayakan putra-putri mereka untuk ditempa di lingkungan pesantren. Perpaduan antara ilmu umum dan ilmu agama yang didapat di Ponpes Ihya’ Ulumiddin diharapkan menjadi benteng moral yang kokoh bagi para santri di era modern.

Peran Penting Orang Tua Mengawal Masa Depan

Wabup Sahabuddin juga mengingatkan bahwa peran orang tua tidak berhenti setelah anak lulus dari pesantren. Justru, tantangan sesungguhnya baru dimulai ketika anak-anak melangkah keluar ke masyarakat luas atau melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Dukungan moral dan spiritual dari rumah menjadi energi utama bagi anak dalam menggapai impian.

“Mari kita doakan anak-anak kita agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menuntut ilmu. Peran orang tua sangat penting untuk terus mengawal dan memberikan dukungan kepada mereka, karena mendidik dan mengantarkan anak menuju masa depan yang lebih baik adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya di akhir sambutan.

Prosesi perpisahan angkatan 2026 ini pun ditutup dengan khidmat. Tersirat harapan besar dari bumi Bantaeng, agar dari rahim Ponpes Ihya’ Ulumiddin ini, kelak lahir para ulama, intelektual, dan pemimpin masa depan yang berintegritas serta berakhlakul karimah. (Agus)