Pelalawan – Javanewsonline.co.id | Andre Van Rosty (21), prajurit Muda Arteleri Pertahanan Udara (Arhanud) Pekanbaru menjadi bagian Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 115 di wilayah Kodim 0313 /KPR.

Ia datang bersama 150 personil lain siap menyulap Teluk Meranti menjadi infrastruktur mumpuni yang dapat di nikmati masyarakat, sebagai sasaran pembangunan yang dikerjakan TNI.

Di lokasi TMMD Teluk Meranti, Andre tergabung dalam regu yang bertugas menyelesaikan sasaran tiga di jalan Rambutan Ujung RT 02 RW 01.

Disana jebolan SMKN 2 Tambilahan ini berjibaku dengan semen, kerikil dan pasir, merangkai asa masyarakat setempat dalam mempersiapkan jalan layak di tengah pemukiman di tepian pantai Sungai Kampar.

“Saya tergabung di sasaran tiga, semenisasi jalan sepanjang 70 meter dengan lebar tiga meter,” kata Prada Andre Van Rosty tegas, Senin (17/10).

Di sasaran tiga, tangan kekarnya dengan cekatan mencampur material, memindahkan kedalam angkong (gerobak dorong) untuk di tuangkan ke permukaan jalan yang disemenisasi.

Keringat membasahi sekujur tubuhnya, terik tak menghalangi semangatnya dalam pengabdian untukmu negeri.

Bagi seorang Tentara Nasional Indonesia tak ada kata lelah dalam setiap tugas yang diembannya.

“Masih kuat, dan tetap kuat,” ujarnya singkat.

Bagi Andre, TMMD ke 115 Kodim 0313/KPR di Kelurahan Teluk Meranti memberi pengalaman amat berharga baginya sejak disumpah sebagai prajurit TNI Angkatan Darat pada 2021 lalu.

Setelah resmi bergabung dalam korp militer Matra Darat, Sulung dari dua bersaudara ini tergabung dalam peserta Pusdik Arhanud Malang tahun 2021 untuk digembleng dengan pelatihan tentang pengembangan teknologi alat utama sistem senjata (alutsista).

Sepulang dari Malang, anak dari seorang wiraswasta di Tambilahan ini kemudian bergabung dengan para prajurit pengawal angkasa yang sakti (Vyati Rakca Bhala Cakti) batalyon Arhanud 13 Pekanbaru.

Di Yonarhanud 13/PBY, Andre ditempa untuk menjadi senjata pemukul di angkasa yang dahsyat dalam peperangan sebagaimana motto kesatuan Parigha Bhuana Yudha.

“Selama ini, Andre di batalyon aja, latihan dan latihan,” tegasnya.

Walau mendapat latihan keras untuk siap berperang melawan segala bentuk ancaman terhadap keutuhan NKRI, Andre malah mendapatkan penugasan pertamanya sebagai anggota Satgas TMMD setelah menerima surat tugasnya  dari komandan di kesatuan.

“Terima surat dari dansat,  untuk penugasan sebagai Satgas TMMD ke 115, dari Batalyon Arhanud Pekanbaru ada 15 orang,” jelas Andre.

Apa yang ia kerjakan dalam Satgas TMMD sangat berbeda dari latihan dan pendidikan yang diterimanya selama ini, niat hati masuk tentara dengan bayangan kegagahan berbalut seragam loreng lengkap  dengan senjata di tangan.

Meski jauh dari pikiran semula, namun Andre tidak kaget harus berlumur adukan semen setiap hari, dari pagi menjelang sampai petang datang.

“Waktu sekolah dulu, gambaran tentara itu, gagah, pegang senjata terus dikirim ke Papua untuk tugas bela negara, menumpas OPM, gitu. Apalagi setelah lulus masuk TNI, dan ikut Pusdik, memang juga ada perasaan apa yang dilakukan ke depan jauh dari pekerjaan seperti mengaduk semen dan mencangkul, pokoknya kalau bayangan jadi tentara ya loreng dan senjata aja,” akunya.

Tapi sebelum berangkat sudah disampaikan juga oleh komandan bahwa tugas kita di TMMD ini adalah membaur dengan masyarakat, bergotong royong membangun jalan, jembatan, parit dan sebagainya yang dibutuhkan masyarakat.

Andre tak hanya mencurahkan tenaga nya untuk membantu membangun desa, ia juga memberikan bagian hatinya untuk melancarkan lafadz anak anak membaca A qur an di Mushalla selepas Magrib, menunggu waktu shlat Isya masuk.

Dengan sabar ia menuntun anak anak mengaji satu persatu huruf keriting arab, membenarkan bacaan yang tidak tepat, mengulang berkali kali agar bisa kembali dilafadz dengan benar.

“Kegiatan selepas Magrib, Andre ikut kegiatan mengaji di Mushalla depan kantor camat, berbagi ilmu dengan anak anak sini. Semoga mereka menjadi anak-anak yang saleh,” tandasnya.

Di Teluk Meranti, Andre bersama 150 orang Satgas yang mendukung kegiatan TMMD ke 115 di wilayah Kodim 0313/KPR disambut dengan keramahtamahan masyarakat setempat.

Pintu dibuka dan menjadi orang tua asuh bagi para tentara selama masa tugas disana.

Di rumah warga, mereka diperlakukan layaknya keluarga, membaur bersama dalam suasana batin yang saling terpaut.

“Senang disambut seperti keluarga, di rumah orang tua asuh, kita di masakin, terus kita bantu bersih-bersih rumah, cuci piring sambil cerita-cerita dengan ibu. Kalau malam duduk duduk nyantai sama bapak, senang rasanya,” katanya.

Pengalaman tugas pertama sebagai tentara di TMMD Teluk Meranti ini memberi kesan yang mendalam baginya, yang nanti dapat berbagi pengalaman dengan para junior di kesatuan.

“Sekarang jadi tahu, seperti ini lah TMMD yang nanti bisa berbagi ilmu dengan adik adik leting,” pungkasnya.

Sementara itu, Pen Dim 0313/KPR, Mahrizal mengatakan, bahwa TMMD merupakan tugas pokok TNI selain perang. Tugas-tugas TNI tertuang di dalam PPPA TNI AD TA 2012 sesuai Peraturan Kasad Nomor Perkasad/125/XII/2011 tanggal 21 Desember 2011, yakni membantu tugas pemerintah di daerah melalui program Operasi Bakti TNI dan Karya Bakti TNI.

“Jadi, Satgas TMMD juga merupakan tugas yang harus dilaksanakan segenap hati dan tenaga, karena itu tugas pokok TNI selain perang,” kata Mahrizal

Bagi seorang prajurit yang baru pertama kali mendapatkan tugas operasi, dituntut harus cepat menyesuaikan diri dengan program program TMMD yang bekerja bersama rakyat dalam membangun infrastruktur yang dibutuhkan. Meskipun diluar dari apa yang didapat di bangku pendidikan ketentaraan.

“Semua Satgas TMMD khususnya dan anggota TNI umumnya harus bisa menyatu dengan rakyat, karena kita menunggal. Kita bersatu membangun desa, TNI pemerintah daerah dan rakyat,” jelasnya.

Disebutkan Mahrizal, dalam pelaksanaan TMMD ke 115 di wilayah Kodim 0313 /KPR di Teluk Meranti didukung oleh tiga Matra TNI, Darat, Laut dan Udara, ikut juga terlibat di dalamnya personil Polri. (Erizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.