Cilegon – Javanewsonline.co.id | Empat puluh delapan mahasiswa Politeknik Piksi Input Serang, program studi D4 Akuntansi Perpajakan dan Bisnis Digital semester dua dengan mata kuliah Komunikasi Bisnis, mengikuti kegiatan sharing bisnis di Link Pabuaran RT 01/RW 06, Desa Ciwedus, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Sabtu (8/7).

Kunjungan tersebut ke seorang pengusaha muda yang menggeluti usaha konveksi, yakni Nur Muhammad Firdaus di Surga Kaos & Konveksi Cilegon. Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini, untuk memberitahukan kepada mahasiswa, bagaimana proses menjalankan usaha konveksi yang digeluti oleh Firdaus selama beberapa tahun ini, dan usaha lain yang ditekuninya yaitu Joya Poya.
Dengan banyaknya permintaan beragam model busana, maka mulai bermunculan usaha konveksi yang semakin diminati kawula muda, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Menurut Firdaus, usaha konveksi adalah satu bidang usaha yang menghasilkan dan menawarkan produksi secara massal, dengan jumlah besar sesuai permintaan.
Usaha konveksi menghasilkan produk dalam skala besar, namun berbeda dengan pabrik atau garmen. “Biasanya produk yang dihasilkan bermacam-macam, seperti seragam organisasi/perusahaan, kemeja, kaos, polo shirt, jaket, tas, sepatu dan lainnya. Untuk jumlah yang dihasilkan, konveksi mampu menghasilkan puluhan hingga 10.000 potong produk perharinya,” paparnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, ternyata usaha konveksi punya permintaan pasar besar di Indonesia maupun internasional. Tak ayal banyak brand-brand terkemuka yang ternyata pembuatannya berlabelkan “made in indonesia”. Sehingga banyak pengusaha pemula yang turut meramaikan usaha konveksi ini. Apalagi perkembangan perubahan tren terjadi dari hari ke hari.

Oleh karena itu, sambungnya, usaha konveksi pastinya tidak akan mati terkalahkan dengan usia. Nah, menarik bukan usaha konveksi sebagai peluang bisnis rumahan baru.
Selain itu, usaha konveksi bisa dibilang usaha mikro kecil menengah yang bisa dijalankan secara rumahan. Manfaatnya juga bisa dirasakan langsung dengan mempekerjakan saudara, keluarga atau tetangga. Namun, masih banyak lagi alasan kenapa usaha konveksi memiliki peluang besar dan bisa dilakukan.
Meski usaha konveksi nya mengalami pasang surut akibat pandemi Covid-19 yang melanda dunia, Firdaus mengatakan bahwa saat ini dirinya mampu meraih omset ratusan juta per bulan. “Untuk awal-awal turun sekira 20 persen, nambah lagi 30 persen, sampai 50 persen. Tapi kalau sekarang traffic-nya sudah mulai naik lagi, jadi kita turun tuh gak turun terjun, tapi pelan-pelan sampai titik nadir turunnya sampai 50 persen. Sekarang sudah naik sampai 75 persen, belum sepenuhnya karena industri-industri lainnya juga kan lagi recovery. Alhamdulillah omset ratusan juta per bulan,” kata Firdaus.
Firdaus menceritakan, usaha konveksi yang tengah ia geluti saat ini berawal dari bidang yang digelutinya sebagai broker percetakan, kemudian ia mendirikan usaha sablon yang didirikan pada 2015 silam dengan nama ‘Raja Printing’ di teras rumah orang tuanya.
Pertama kali ia mendapatkan orderan sablon sebanyak 200 pcs. Firdaus mengungkapkan, bahwa dirinya bisa mencapai semua itu berkat doa orang tua, kerja cerdas dan kerja keras.
Menurutnya, orangtua adalah segalanya dan harus dimuliakan. “Kalau ditanya kiat-kiat saya bisa mencapai di titik ini, pertama adalah doa orangtua, kedua kerja keras dan kerja cerdas. Kalau saya utamakan kerja keras sepertinya saya akan jadi sombong,” ungkapnya. (*)
