Takalar – Javanewsonline.co.id | Selasa 5 Maret 2024 – Alun-alun Makkatang Daeng Sibali (MDS) Kabupaten Takalar, yang sebelumnya menjadi kebanggaan masyarakat, kini tampak semerawut dan kumuh akibat maraknya pedagang kaki lima (PKL) yang tidak tertata dengan baik.

Alun-alun ini dibangun oleh Bupati Takalar era Burhanuddin Baharuddin dan Wakil Bupati Muhammad Natsir Ibrahim pada periode 2012-2017. Namun, setelah pergantian pemerintahan di era Syamsari Kitta-Ahmad Daeng Se’re, Alun-alun MDS tak mendapat perawatan optimal.
Pantauan dari Javanewsonline.Co.Id pada Selasa, 5 Maret 2024, menunjukkan bahwa Alun-alun tersebut nampak semerawut dan tak tertata dengan baik. Menanggapi hal ini, Daeng Raja, seorang warga Takalar, menyatakan bahwa Alun-alun MDS seharusnya menjadi ikon bagi masyarakat Kabupaten Takalar.
“Namun setelah pergantian pemerintahan, Alun-alun MDS tak terawat dengan baik. Pedagang kaki lima pun menjadi tidak teratur dan semerawut,” ujar Daeng Raja.
Warga berharap pemerintah Kabupaten Takalar segera melakukan penataan terhadap PKL di sekitar Alun-alun MDS. Daeng Raja menyarankan agar pemerintah membangun kios-kios dengan ukuran dan jenis jualan yang teratur.
“Penataan ini bukan hanya untuk keindahan alun-alun tetapi juga agar pengunjung tidak merasa risih. Dengan penataan yang baik, penghasilan PKL juga dapat meningkat, dan Kabupaten Takalar dapat mendapatkan pemasukan asli daerah melalui retribusi PKL,” tambah Daeng Raja, yang juga seorang arsitek di salah satu warung kopi di sekitar Alun-alun MDS.
Warga berharap agar pemerintah Kabupaten Takalar segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengembalikan keindahan Alun-alun MDS dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung serta pelaku usaha kuliner lokal. (Muhammad Rusli)

