GOWA – Javanewsonline.co.id | Suasana tegang sempat terjadi di Kantor Camat Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Rabu, 24 September 2025. Seorang siswa SMA Negeri 13 Gowa yang kerap mangkir sekolah terlibat perselisihan dengan Sekretaris Camat (Sekcam) hingga situasi hampir berujung pengeroyokan.

Peristiwa bermula ketika Sekcam melihat empat siswa menaruh sepeda motor di pekarangan kantor camat. Mengetahui salah satu siswa tersebut jarang masuk sekolah, Sekcam mencoba mendekatinya untuk menegur dan memberi nasihat agar kembali bersekolah. Namun, tindakan itu justru memicu ketegangan karena siswa tersebut tidak terima. Situasi nyaris tak terkendali lantaran Sekcam berada sendirian di kantor saat itu, sementara para kepala seksi tengah bertugas di luar.
“Untung saja Pak Sekcam mampu berkomunikasi dengan baik. Ia menenangkan siswa tersebut dan mengajaknya berbicara secara persuasif, bahkan mengajak berfoto bersama sebelum memberi nasihat agar kembali belajar,” kata seorang pegawai kecamatan yang mengetahui kejadian tersebut.
Guru Bimbingan Konseling (BK) SMA Negeri 13 Gowa membenarkan bahwa siswa yang ditegur Sekcam memang bermasalah dalam hal kedisiplinan. “Kami sering memberikan pengarahan, tapi setiap anak punya permasalahan berbeda. Ada yang mengaku terlambat karena ketiduran, ada pula yang memang sengaja bolos,” ujar guru BK saat ditemui wartawan.
Hal senada disampaikan Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan. Menurutnya, siswa kelas XI itu sudah cukup lama tidak masuk sekolah. “Yang lebih memprihatinkan, orang tuanya tidak mengetahui jika anaknya jarang belajar. Padahal mereka sudah berkorban biaya agar anaknya bisa sekolah,” ucapnya.
Kepala sekolah SMA Negeri 13 Gowa menambahkan pihaknya rutin melakukan pembinaan kepada para siswa, namun kasus membandel seperti ini tetap muncul. Ia menilai perlu kerja sama lebih erat antara sekolah, orang tua, dan aparat untuk menangani persoalan tersebut.
Sebagai tindak lanjut, guru BK berencana berkoordinasi dengan kepala sekolah, para guru mata pelajaran, serta mengundang Kapolsek, Tripika, dan orang tua siswa. “Kami akan duduk bersama mencari solusi terbaik agar anak ini mau kembali bersekolah dengan baik,” katanya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa peran lingkungan sekitar, termasuk aparat pemerintah setempat, sangat penting dalam membina generasi muda. Keberanian Sekcam Bontonompo Selatan yang menghadapi situasi sulit seorang diri patut diapresiasi, meski juga menunjukkan perlunya sistem pengawasan dan komunikasi yang lebih kokoh antara sekolah, keluarga, dan pemerintah daerah. (Syaripudin)
