Sumatera Utara — Javanewsonline.co.id | Percepatan penanganan pascabencana terus dilakukan pemerintah melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga. Hal ini terlihat dalam kunjungan lapangan yang dipimpin Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, di sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara, Kamis (27/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Tito yang juga bertindak sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) didampingi oleh Kombes Pol Suwinto bersama tim Satgas PRR.
Peninjauan dilakukan di beberapa daerah terdampak, antara lain Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, serta Kabupaten Humbang Hasundutan.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah pembangunan hunian tetap (huntap) di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara. Pemerintah menargetkan pembangunan huntap ini dapat segera rampung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Selain itu, rombongan juga meninjau calon penerima bantuan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan.
Dalam kesempatan tersebut, Tito mengungkapkan bahwa pembangunan huntap turut melibatkan peran berbagai pihak, termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi. Yayasan tersebut membangun sebanyak 2.603 unit hunian tetap yang tersebar di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kunjungan ini, kata Tito, bertujuan untuk mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, sekaligus memastikan masyarakat segera mendapatkan tempat tinggal yang layak.
Langkah ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penanganan bencana secara cepat dan tepat.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta berbagai pihak terkait, diharapkan proses pemulihan pascabencana di Sumatera Utara dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak. (Erizal)

