MAGETAN – Javanewsonline.co.id | Suasana Minggu pagi (19/10/2025) di Taman Semar Karasan, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, tampak meriah. Ratusan pesepeda tua atau onthelis berpartisipasi dalam kegiatan Gowes Bareng Sepeda Jadoel, yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-350 Kabupaten Magetan.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Magetan bekerja sama dengan Komunitas Onthelis Kartoharjo (OSKAR). Para peserta datang dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah, menjadikan acara ini sebagai ajang silaturahmi dan nostalgia bagi para pecinta sepeda klasik.
Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan peserta berkumpul di Taman Semar Karasan untuk mengikuti rute gowes yang melewati kawasan Kecamatan Kartoharjo dan Kecamatan Barat. Di sepanjang perjalanan, para onthelis tampak menikmati udara pagi yang sejuk serta panorama pedesaan khas Magetan yang asri.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Magetan, Plt. Camat Kartoharjo Arief Prabowo Sukoco, ST., MT, unsur Forkopinca Kartoharjo, serta perwakilan komunitas sepeda tua dari berbagai kota.
Dalam sambutannya, salah satu pejabat Forkopimda Magetan, Joko, menyampaikan apresiasi terhadap semangat para peserta dan penyelenggara yang berupaya melestarikan budaya bersepeda klasik. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar olahraga rekreatif, tetapi juga bentuk nyata pelestarian nilai-nilai budaya dan solidaritas masyarakat.
“Ini merupakan inovasi dan kreasi teman-teman semua dalam upaya melestarikan budaya kita. Kita harus memiliki pemikiran ke depan bahwa Indonesia Emas 2045 harus kita raih bersama, agar masyarakat hidup makmur dan sejahtera. Salah satu upayanya bisa melalui kegiatan seperti gowes sepeda ini,” ujar Joko.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-350 Kabupaten Magetan dan diharapkan mampu mendorong perekonomian lokal. “Terima kasih kepada seluruh peserta. Selamat bergowes dengan sepeda ontel, dan tetap hati-hati di jalan,” pesannya.
Sementara itu, Ketua KOSTI Magetan, Hartoyo, menjelaskan bahwa kegiatan gowes jadoel ini digelar sebagai bentuk upaya nguri-uri budaya — menjaga warisan budaya bangsa. Menurutnya, sepeda ontel atau sepeda kebo kini semakin langka, sehingga perlu dilestarikan agar tidak hilang ditelan zaman.
“Kalau bukan kita yang mencintai sepeda tua, maka lama-kelamaan akan musnah. Melalui kegiatan seperti ini, kita bisa menjaga eksistensi sepeda klasik sekaligus mempererat silaturahmi antaronthelis dari berbagai daerah,” kata Hartoyo.
Ia menambahkan, kegiatan gowes tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga mampu menyatukan berbagai profesi dan lapisan masyarakat. “Dengan sepeda, kita bisa menyatukan perbedaan. Di sini ada petani, guru, pegawai, dan pengusaha semuanya bisa berbaur dengan gembira,” ujarnya.
Hartoyo berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin, minimal setiap tiga bulan sekali, sebagai agenda resmi KOSTI Magetan dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Magetan dan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI).
Di sisi lain, Plt. Camat Kartoharjo, Arief Prabowo Sukoco, menyampaikan dukungannya agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang. “Kami berharap event seperti ini bisa rutin digelar setiap tahun di Kartoharjo. Selain mempererat kebersamaan, juga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat lokal. Magetan Tumbuh, Ekonomi Tangguh,” ujarnya.
Dengan semangat kebersamaan dan nuansa klasik yang kental, kegiatan gowes sepeda jadoel ini menjadi salah satu momen berkesan dalam rangkaian perayaan HUT ke-350 Kabupaten Magetan, sekaligus menegaskan bahwa tradisi dan budaya bisa berjalan beriringan dengan semangat kemajuan. (Rend)

