Magetan — Javanewsonline.co.id | Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, meluncurkan program Bongkar Ratoon Tebu Rakyat (TR) sebagai upaya mendorong swasembada gula nasional. Kegiatan tanam perdana untuk musim tanam 2025/2026 dilaksanakan di lahan persawahan Kelurahan Bendo, Kecamatan Bendo, pada Sabtu, 25 Oktober 2025.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) dengan PT Sinergi Gula Nasional, serta mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pertanian.

Acara tanam perdana turut dihadiri oleh Kementerian Pertanian, Dr. Abdul Roni Angkat, S.TP., M.Si., Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro, S.H., M.H., Kepala Dinas TPHPKP Ir. Uswatul Chasanah, M.M.A., Direktur PT Sinergi Gula Nasional, jajaran Forkopimda dan Forkopimcam, serta para petani tebu dan pelaku usaha gula.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro menyampaikan bahwa komoditas tebu di wilayah Magetan memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Ia menilai hubungan antara petani tebu dan pelaku industri gula di daerah ini sudah berjalan cukup baik, namun tetap membutuhkan dukungan kebijakan agar produktivitas dan kesejahteraan petani meningkat.

“Tanaman tebu di Magetan tergolong baik, termasuk kerja sama antara petani dan pengusaha gula. Pemerintah daerah akan terus mendukung agar produktivitas meningkat, sekaligus mencarikan solusi bagi kendala yang dihadapi petani, terutama soal penyerapan hasil panen,” ujar Suyatni.

Menurut Suyatni, persoalan utama yang sering dihadapi petani tebu bukan hanya pada tahap produksi, tetapi juga pada rantai distribusi dan harga jual. Karena itu, sinergi antara pemerintah, pabrik gula, dan pihak swasta menjadi penting agar hasil panen petani dapat terserap optimal.

Kepala Dinas TPHPKP Kabupaten Magetan, Ir. Uswatul Chasanah, M.M.A., menjelaskan bahwa program Bongkar Ratoon Tebu Rakyat merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan produktivitas tebu sekaligus memperemaja tanaman yang sudah menurun

hasilnya. Melalui program ini, tanaman tebu lama yang tidak produktif akan diganti dengan bibit unggul baru agar hasil panen meningkat.

“Program ini menjadi langkah penting menuju swasembada gula nasional. Melalui bongkar ratoon, kita dorong petani untuk melakukan peremajaan tanaman tebu agar produktivitas meningkat. Harapan ke depan, produksi gula Magetan bisa berkontribusi lebih besar bagi kebutuhan nasional,” ujar Uswatul.

Selain peningkatan produktivitas, pemerintah juga berfokus pada perluasan areal tanam dan penguatan akses permodalan petani. Dukungan dari PT Sinergi Gula Nasional diharapkan dapat membantu dalam penyediaan bibit unggul, pendampingan teknis, serta jaminan pembelian hasil panen.

Perwakilan PT Sinergi Gula Nasional menyebutkan, program ini akan memperkuat rantai pasok industri gula nasional sekaligus membantu petani meningkatkan kualitas hasil tebu. “Kemitraan seperti ini adalah bentuk kolaborasi nyata antara industri dan petani menuju ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Melalui tanam perdana di Bendo, Pemkab Magetan berharap semangat petani tebu kembali tumbuh. Pemerintah daerah menargetkan program Bongkar Ratoon Tebu Rakyat menjadi momentum penting dalam mengembalikan kejayaan tebu Magetan dan mempercepat tercapainya swasembada gula nasional. (rend)