Lampung Timur – Javanewsonline.co.id | Pekerjaan saluran air Desa Siraman Kecamatan Pekalongan diduga dikerjakan asal jadi. Pasalnya, dari cara pemasangan conbloc nampak jelas dindingnya tidak disemen terlebih dahulu.

Begitupun, papan publikasi tidak terpampang di lokasi pekerjaan, sehingga tidak diketahui berapa panjang pekerjaan dan berapa pagu anggaran dalam pekerjaan tersebut.

Salah satu warga yang ada di lingkungan proyek, sebut saja Narto (38th) saat di konfirmasi awak media pada Rabu (23/6) mengatakan, kalau pekerjaan testier yang berada didekat rumahnya itu  adalah pekerjaan P3A dan Ketua kelompoknya bernama L.

“Setahu saya, Ketua kelompok jarang berada di lokasi pekerjaan dan saya tidak mengetahui pekerjanya berasal dari mana?,” ungkap Narto ke awak media.

Setelah itu, awak media mencoba menelusuri, dengan mencari tahu keberadaan Ketua Kelompok. Setelah mendapatkan alamat dan no kontak wa L, dari rekannya sesama ketua P3A dari desa lain, diketahui, ternyata L selain sebagai Ketua P3A Desa Siraman, ia juga menjabat sebagai Ketua Forum Persatuan Petani Pemakai Air (P3A) Kecamatan Pekalongan.

Saat kami mencoba menyambangi rumah L, untuk konfirmasi terkait pekerjaan testier yang sedang dilaksanakan, L tidak ada ditempat. Kami mencoba kontak via wa, walaupun wa nya terlihat aktif, tapi tidak di respon, bahkan sudah berkali-kali dihubungi tidak juga merespon. (Dha/Nurasikin) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.