Kayuagung — Javanewsonline.co.id |  Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, resmi memulai tahapan seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2025. Sebanyak 311 siswa dari seluruh kecamatan di OKI mengikuti seleksi yang dilaksanakan mulai Selasa (15/4/2025) di Ruang Bende Seguguk II, Kayuagung.

Seleksi dibuka langsung oleh Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, yang didampingi Wakil Bupati Supriyanto dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dalam sambutannya, Bupati Muchendi menekankan pentingnya integritas dan transparansi dalam proses seleksi.

“Seleksi ini bersifat ketat dan terbatas. Hanya mereka yang benar-benar unggul yang akan dipilih. Saya tegaskan, tidak ada titipan dalam seleksi ini,” ujar Muchendi.

Muchendi berharap, peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya demi mengharumkan nama OKI, baik di tingkat provinsi maupun nasional. “Kami ingin calon Paskibraka yang terpilih benar-benar murni karena bakat dan kemampuan yang dimiliki,” katanya.

Ketua Tim Seleksi yang juga Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) OKI, Irawan Sulaiman, menjelaskan bahwa kegiatan seleksi ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang program kaderisasi dan pembinaan ideologi Pancasila, serta peraturan teknis dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Menurut Irawan, seleksi bertujuan membentuk calon Paskibraka yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, nasionalisme, dan religiusitas yang kuat.

“Peserta yang lolos seleksi administrasi akan mengikuti tes ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, integritas umum, hingga tes kesehatan, parade, baris-berbaris, dan wawancara. Nilai minimal kelulusan adalah 70,” paparnya.

Dari total 311 peserta, sebanyak 40 peserta terbaik akan dipilih untuk bertugas pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia di Kabupaten OKI, 17 Agustus 2025. Para peserta terbaik ini juga berkesempatan untuk mewakili OKI di tingkat provinsi dan nasional.

“Melalui proses ini, kita ingin menemukan generasi muda yang menjadi teladan, tidak hanya dalam hal kedisiplinan dan fisik, tetapi juga dalam semangat kebangsaan dan kepemimpinan,” kata Irawan. (Irwan)