Tuapejat – Javanewsonline.co.id | Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, Selasa (27/5/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula Bappeda Km 4, Sipora Utara ini menjadi ajang strategis penajaman visi, misi, arah kebijakan, dan program prioritas pembangunan lima tahun ke depan.

Acara dibuka oleh Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, Jakop Saguruk, dan dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan DPRD dan komisi, OPD, camat, kepala desa, akademisi, organisasi masyarakat, hingga perwakilan generasi muda dan kelompok rentan. Sebanyak 273 peserta hadir dalam forum ini.

Pembangunan BAPPEDA Kep.Mentawai
“RPJMD bukan sekadar dokumen administratif, tetapi harus menjadi alat transformasi. Kita harus keluar dari pola business as usual dan bekerja lebih keras, lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih tepat,” ujar Saguruk dalam sambutannya.
Musrenbang ini merupakan puncak dari rangkaian proses penyusunan RPJMD yang telah melewati tahapan teknokratik, konsultasi publik, fasilitasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, hingga verifikasi Rencana Strategis (Renstra) OPD. Ketua Panitia sekaligus Kabid Analisis Data Pembangunan Bappeda, Jhon Frengky, mengungkapkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyusun arah pembangunan daerah.
“Kehadiran para pemangku kepentingan hari ini adalah bentuk nyata komitmen bersama untuk menentukan masa depan Mentawai,” ujarnya.
Kepala Bappeda Mentawai, Sahad Pardamaian, memaparkan indikator makro pembangunan daerah yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Mentawai tercatat 3,97 persen pada 2024, dan pendapatan per kapita mencapai Rp67,34 juta. Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih di bawah rata-rata provinsi, tingginya angka stunting, dan rendahnya kontribusi sektor pariwisata serta industri pengolahan.
RPJMD 2025–2029 ditargetkan mendorong peningkatan pendapatan per kapita menjadi Rp144,9 juta, menurunkan angka kemiskinan hingga 5,84 persen, dan menaikkan pertumbuhan ekonomi daerah menjadi 8,09 persen. Delapan misi pembangunan ditetapkan dengan fokus pada transformasi sosial dan ekonomi, pembangunan infrastruktur, ketahanan bencana, pelestarian budaya, tata kelola pemerintahan, serta pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Sebagai penguat teknokratis, Pemkab Mentawai melibatkan sejumlah akademisi dan pakar dari berbagai disiplin ilmu. Di antaranya adalah Prof. Dr. Elfindri (Universitas Andalas), Prof. Dr. Asrinaldi (Unand), Dr. Dian Ferricha (UIN Tulungagung), dan Dr. Juniator Tulius (Nanyang Technological University Singapore). Mereka turut memberikan masukan strategis agar RPJMD selaras dengan agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Diskusi terbuka yang dipandu Asisten Administrasi Umum, Ruslianus, menghasilkan sejumlah rekomendasi pembangunan lintas sektor. Di akhir acara, dilakukan penandatanganan berita acara kesepakatan bersama sebagai bentuk komitmen kolektif seluruh pemangku kepentingan.
“Musrenbang ini adalah momentum konsolidasi dan sinergi dari berbagai elemen, mulai dari tokoh adat, pemuda, hingga pemerintah pusat. Kita akan melangkah bersama menuju Mentawai yang maju, mandiri, berdaya saing, dan sejahtera,” ujar Saguruk dalam penutupannya. (Syamsurijon)

