Paguyuban Pedagang Pasar Rau Serang membagikan takjil dan 100 sarung kepada kuli panggul, tukang gerobak, serta tukang becak sebagai wujud kepedulian di bulan Ramadhan.

Oleh: Timan

Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di sekitar Pasar Rau Kota Serang terlihat sedikit berbeda. Di tengah hiruk pikuk aktivitas pasar, para pedagang yang biasanya sibuk melayani pembeli justru tampak berdiri di tepi jalan sambil membawa paket takjil.

Satu per satu pengendara, pejalan kaki, hingga pekerja pasar yang melintas menerima bingkisan sederhana itu dengan senyum. Aroma gorengan dan minuman manis yang dibagikan menjelang magrib seolah menambah kehangatan sore di pusat perdagangan tersebut.

Kegiatan berbagi itu digagas oleh Paguyuban Pedagang Pasar Rau Kota Serang sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan. Tidak hanya membagikan takjil, para pedagang juga menyalurkan 100 potong sarung kepada pekerja informal yang sehari-hari menggantungkan hidupnya di kawasan pasar.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Rau, Suleman Sayar, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk empati para pedagang terhadap masyarakat kecil yang setiap hari bekerja keras di lingkungan pasar.

“Ini bentuk kepedulian sosial kami kepada para kuli panggul, tukang gerobak, dan tukang becak yang setiap hari mencari nafkah di Pasar Rau maupun Pasar Lama,” ujarnya.

Bantuan tersebut disalurkan kepada kuli panggul yang bekerja di kawasan Blok M Pasar Rau, para tukang gerobak yang mengangkut barang dagangan, hingga tukang becak yang biasa mangkal di sekitar pasar. Bahkan beberapa tukang becak di kawasan Pasar Lama juga turut menerima sarung yang dibagikan oleh para pedagang.

Bagi para pekerja informal itu, bantuan tersebut mungkin terlihat sederhana, namun memiliki makna yang cukup besar. Sarung yang dibagikan dapat digunakan untuk beribadah, sementara takjil membantu mereka berbuka puasa setelah seharian bekerja.

Suleman mengatakan Ramadhan selalu menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Menurut dia, para pedagang yang tergabung dalam paguyuban merasa memiliki tanggung jawab moral untuk berbagi dengan masyarakat yang berada di sekitar pasar, terutama mereka yang kehidupannya bergantung pada pekerjaan harian.

“Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk mempererat kepedulian dan kebersamaan. Kami ingin berbagi dengan saudara-saudara kita yang bekerja keras setiap hari di pasar ini,” katanya.

Selain menjalankan kegiatan sosial, Paguyuban Pedagang Pasar Rau juga menyatakan dukungan terhadap berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kota Serang, terutama yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Suleman, para pedagang siap berjalan searah dengan pemerintah daerah dalam mendorong kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

Ia juga menyampaikan dukungan kepada Wali Kota Serang, Budi Rustandi, yang dinilai memiliki komitmen untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

Bagi para pedagang, pasar bukan hanya tempat berdagang, tetapi juga ruang kehidupan yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat setiap hari. Karena itu, menjaga solidaritas sosial menjadi hal penting agar kehidupan di sekitar pasar tetap harmonis.

Suleman berharap kegiatan berbagi seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi nyata para pedagang kepada lingkungan sekitar.

“Kami berharap bantuan ini bisa memberi manfaat dan sedikit meringankan kebutuhan mereka. Semoga kegiatan seperti ini juga semakin mempererat silaturahmi antara pedagang dan masyarakat di sekitar Pasar Rau,” ujarnya.

Aksi berbagi tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Bagi banyak orang yang menyaksikan, kegiatan itu menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan pasar, masih ada ruang bagi kepedulian dan kebersamaan—terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah.