Takalar – Javanewsonline.co.id | Sebuah alunan haru menyelinap di tengah persiapan peringatan Hari Pahlawan Nasional yang dirayakan setiap 10 November. Tepat di desa yang seharusnya menjadi saksi bisu keberanian, kesetiaan, dan pengorbanan.

Di desa Kale Ko’mara, Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut), Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, terlihat pemandangan yang mengecewakan, makam Pahlawan Nasional Ranggong Daeng Romo terabaikan, dipenuhi rumput ilalang yang tumbuh subur, dan bendera merah putih yang berkibar di depannya sudah robek-robek.

Makin dekat dengan momen sakral, tampaknya kondisi makam yang semestinya menjadi tempat yang dirawat dengan hormat mulai dilupakan oleh waktu. Ranggong Daeng Romo, seorang pejuang yang mengorbankan dirinya untuk kemerdekaan Republik Indonesia dari cengkeraman penjajahan Belanda, kini terlupakan di balik kerapatan hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari.

Seorang pemuda asal Polongbangkeng Selatan (Polsel), yang enggan disebutkan namanya, menjadi saksi bisu atas kondisi tak mengenakkan ini. Dengan suara penuh empati, ia berbagi kepedihan hatinya terhadap makam Pahlawan Nasional yang terabaikan.

“Melihat kondisi makam pejuang kemerdekaan Republik Indonesia ini sungguh menyayat hati. Makamnya terbengkalai, ditumbuhi rumput ilalang, dan bendera merah putih yang berkibar sudah pudar dan robek-robek,” ungkapnya.

Sementara banyak mata memandang ke sejarah yang mulia, makam Ranggong Daeng Romo tampak seperti catatan yang tenggelam dalam lupa. Rumput yang tumbuh subur seperti metafora dari keterlupakannya, menyusupi dan menyelimuti jejak-jejak perjuangan yang dulu pernah gemilang.

Bendera merah putih yang merobek tak hanya menjadi tanda fisik dari pengabaian, melainkan juga lambang dari kerapuhan penghargaan terhadap jasa-jasa pahlawan.

Pemuda tersebut menambahkan kekhawatirannya bahwa kondisi makam Pahlawan Nasional Ranggong Daeng Romo mungkin terkait dengan proyek bendungan Pammukkulu, dan dia berharap agar pemerintah Kabupaten Takalar memberikan perhatian khusus.

“Harapannya, makam Pahlawan Nasional Ranggong Daeng Romo bukanlah korban dari dampak proyek bendungan Pammukkulu. Semoga pemerintah setempat memberikan perhatian dan memulihkan kehormatan makam beliau,” tutupnya dengan nada harap yang dalam.

Pada momen peringatan Hari Pahlawan, suara ini menjadi pengingat bahwa keberanian dan pengorbanan para pahlawan tak boleh dipudarkan oleh waktu. Makam Ranggong Daeng Romo, semoga segera mendapatkan kehormatan yang seharusnya sebagai bentuk penghargaan atas perjuangannya yang tak ternilai. (Muhammad Rusli)     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.