Pandeglang – Javanewsonline.co.id | Kondisi Jalan Baru – Cemplang di Desa Cadasari Kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang terlihat rusak parah.

Banyak lubang besar nampak disepanjang jalan tersebut. Pemandangan ini sudah terlihat sejak lama dan belum ada upaya perbaikan dari pemerintah.

Jalan yang merupakan penghubung antara Kabupaten Pandeglang dengan Kabupaten Serang ini memang seperti tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah.

Hal ini di ungkapkan oleh HF (44), warga Kampung Nyatuh Kecamatan Baros Serang yang sering melewati jalan tersebut.

“Jalan disini seperti congklak (permainan khas Jawa/red), banyak lubang besar dimana mana, apalagi ketika musim penghujan tiba, jalan disini seperti kubangan kerbau. Saya harus berhati-hati karena lubang tersebut bisa membahayakan pengendara motor,” ungkapnya.

Hal senada juga di ungkapkan warga Kampung Karamat Desa Cadasari Kecamatan Cadasari, yang namanya Enggan di sebutkan. Ia sekolah di SDN Cadasari 5 (sekarang SDN Cadasari 2), sejak sekolah dasar sampai ia sudah memiliki anak 2, jalan baru menuju Cemplang ini kondisinya tidak berubah, masih rusak seperti dulu.

Berbeda dengan yg terlihat saat ia memasuki wilayah Kabupaten Serang, jalan di Kabupaten Serang terlihat bagus.

Kadang ia iri dengan jalan-jalan yang ada di kabupaten lain, sebab jalan yang masuk wilayah Kab Pandeglang saja yang menurutnya tidak pernah beres.

“Bisa kita lihat dari pertama akses masuk sampe ke ujung, yang masuk ke wilayah Kabupaten Pandeglang jalan nya banyak yang rusak,” ujarnya.

Menurut ER (60) warga Kampung Tapen Desa Cadasari, sebelumnya akses dari Cadasari menuju Cemplang menggunakan jalan Girang yang ada di wilayah Pasar Cadasari.

Sebelum ada jalan itu, masyarakat yang ingin ke Cemplang menggunakan Jalan Girang, setelah ada pembangunan Yonif/ 320, akses jalan tersebut di tutup dan hanya di gunakan untuk menuju kawasan Yonif/320.

“Dulu disana hanya jalan setapak, setelah di bangun warga menyebutnya dengan sebutan Jalan Baru, dan sebutan itu digunakan sampai sekarang,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Cadasari Heru CH SE ketika dimintai keterangan membenarkan bahwa jalan tersebut memang sudah lama tidak di perbaiki.

“Sejak saya bertugas sebagai Sekretaris Desa Cadasari tahun 2018, jalan ini memang belum pernah diperbaiki hingga sekarang.

Menurut informasi, status jalan ini sekarang sudah menjadi kewenangan Provinsi, tapi untuk detail pelimpahan menjadi wewenang Provinsi saya kurang memahami, karena bukan wewenang kami. Yang jelas saya berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini, karena jalan ini merupakan penghubung 2 Kabupaten, yakni Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang.

Jalan tersebut juga sebagai akses utama masyarakat dalam melakukan aktivitas ekonomi, terutama masyarakat di wilayah Tapos, Koranji, Kadu Ela dan sekitarnya.

Selain sebagai akses utama bagi masyarakat sekitar, jalan ini juga menjadi jalan alternatif warga ketika Hari Raya Idul Fitri tiba.

Sebab saat momen idul fitri tiba, masyarakat dari arah Kota Serang yang hendak ke Pandeglang, sering menggunakan jalan ini sebagai jalan alternatif, karena biasanya selalu terjadi kemacetan yang parah dari Palima sampai ke Baros.

Menurut pantauan awak media, jalan yang memisahkan antara Kampung Tapen Cadasari dengan Kampung Waas Cadasari kondisinya sangat memprihatinkan, dimana mana terdapat lubang yang sangat besar, yang sangat membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.

“Dari pintu masuk jalan sampai di ujung jalan, kita akan berbelok ke kanan menuju Cemplang Kabupaten Serang, kondisinya pun sama, banyak sekali lubang besar pada jalan, menandakan bahwa jalan tersebut sudah lama tidak diperbaiki,” pungkasnya. (MS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.