Musi Rawas — Javanewsonline.co.id | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Musi Rawas, Firdaus Cik Olah, mengirimkan surat kepada Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia dengan Nomor 170/258/DPRD/2026 pada 9 Februari 2026. Surat tersebut berisi aspirasi terkait kerusakan jalan negara di wilayah Kabupaten Musi Rawas.
Dalam waktu singkat, surat tersebut mendapat respons resmi dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Selatan (BBPJN Sumsel) yang memaparkan rencana aksi penanganan di lapangan.
“Surat yang saya kirimkan beberapa hari lalu adalah suara hati masyarakat Musi Rawas. Hari ini, kami telah menerima jawaban tertulis yang memastikan bahwa aspirasi kita tidak hanya didengar, tapi langsung dikerjakan,” ujar Firdaus, Jumat (13/2/2026).
Firdaus yang akrab disapa Cik Olah menjelaskan, terdapat sejumlah poin penting dalam jawaban tersebut. Di antaranya, penanganan ruas jalan sepanjang 25,78 kilometer yang saat ini tengah dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi melalui skema kontrak tahun jamak (multi years contract/MYC) dengan pendanaan dari SBSN (Surat Berharga Syariah Negara).
Terkait keluhan masyarakat soal kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL), BBPJN Sumsel telah memasang sensor Weight in Motion (WIM) serta berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Sumatera Selatan untuk memperkuat pengawasan dan penindakan.
Selain itu, BBPJN memastikan penutupan lubang atau tambal sulam pada titik-titik kritis akan rampung paling lambat H-10 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Alat berat juga disiagakan di titik rawan longsor guna mengantisipasi gangguan lalu lintas.
Pemerintah pusat, lanjut Firdaus, juga telah menyetujui usulan penanganan lanjutan untuk ruas Mangunjaya–BTS Ulu, termasuk perbaikan jembatan yang direncanakan pada 2027 hingga 2029.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bukti sinergi antara DPRD dan pemerintah pusat dalam merespons kebutuhan masyarakat.
“DPRD menekan dengan surat dan data, pemerintah pusat merespons dengan anggaran dan kerja nyata. Kami akan terus memantau di lapangan agar kualitas aspal dan pengerjaannya sesuai standar,” tegasnya. (AE)

