Oleh: Syamsurijon, SH

Akses layanan kesehatan di wilayah kepulauan sering kali bergantung pada sarana transportasi laut. Karena itu, bantuan kapal boat ambulans yang diterima Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai diharapkan dapat mempercepat penanganan warga yang membutuhkan layanan medis darurat.

Siang itu, suasana di Tuapeijat terasa berbeda. Di tengah rangkaian Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, sebuah momen penting terjadi bagi masyarakat kepulauan di Kepulauan Mentawai. Sebuah kapal boat ambulans diserahkan kepada pemerintah daerah sebuah bantuan yang diharapkan menjadi penolong bagi warga yang tinggal di pulau-pulau terpencil.

Bupati Kep.Mentawai DR.Rinto Wardana beserta wabup.Jakop Saguruk Foto bersama dengan Perwakilan Yamaha Bapak Fery Paling Kiri dan Wagub Sumbar Vasco Ruseimy

Bantuan kapal ambulans senilai sekitar Rp300 juta itu diterima langsung oleh Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, dan disaksikan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, yang saat itu tengah melakukan Safari Ramadhan bersama rombongan pemerintah provinsi.

Kapal tersebut merupakan bantuan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari PT Karya Bahari Abadi Yamaha. Penyerahan dilakukan melalui perwakilan Yamaha di daerah dan disambut hangat oleh pemerintah daerah serta sejumlah tokoh masyarakat yang hadir.

Bupati Kep.Mentawai DR.Rinto Wardana bersama Wagub Sumbar Vasco Ruseimy memeriksa Kapal Boat Ambulan Bantuan Dana CSR Yamaha

Bagi Mentawai, transportasi laut bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendasar. Dengan wilayah yang terdiri dari pulau-pulau yang dipisahkan lautan, akses menuju fasilitas kesehatan sering kali menjadi tantangan besar bagi warga.

Bupati Rinto Wardana mengatakan kapal ambulans tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis darurat, termasuk untuk mengangkut warga yang sakit maupun yang meninggal dunia dari pulau-pulau menuju fasilitas kesehatan.

“Kapal ambulans ini merupakan bantuan CSR dari Yamaha untuk Pemerintah Kabupaten Mentawai dan akan menjadi aset pemerintah daerah. Kapal ini akan digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan penanganan darurat,” ujarnya kepada wartawan usai penandatanganan dokumen penyerahan bantuan.

Untuk tahap awal, kapal ambulans tersebut akan ditempatkan di kawasan Sipora, tepatnya di Tuapeijat, dan berada di bawah pengawasan serta pengelolaan Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Namun bagi pemerintah daerah, satu kapal ambulans tentu belum cukup untuk melayani seluruh wilayah kepulauan. Mentawai memiliki tiga pulau besar, yakni Siberut, Sipora, serta wilayah Pagai yang meliputi Pagai Utara dan Pagai Selatan.

Karena itu, pemerintah daerah berharap akan ada dukungan lanjutan dari berbagai pihak, baik perusahaan maupun lembaga keuangan daerah.

“Kami berharap ke depan ada tambahan lagi, baik dari perusahaan-perusahaan lain maupun dari lembaga seperti Bank Nagari melalui program CSR mereka,” kata Rinto.

Sementara itu, perwakilan Yamaha, Pery dari Toko Tunggal Jaya, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat Mentawai.

Menurut dia, masyarakat Mentawai dikenal sebagai salah satu pengguna mesin Yamaha terbesar di wilayah Sumatera.

“Ini adalah bentuk kepedulian Yamaha kepada masyarakat Mentawai. Kami berharap kapal ambulans ini dapat membantu masyarakat, khususnya dalam keadaan darurat,” ujarnya.

Ia juga membuka peluang untuk adanya tambahan bantuan serupa di masa mendatang, meskipun hal itu tetap harus melalui pengajuan kepada manajemen pusat Yamaha di Jakarta.

Penyerahan kapal ambulans tersebut turut dihadiri sejumlah anggota DPRD serta pimpinan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Bagi masyarakat kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses kesehatan, kehadiran kapal ambulans ini membawa harapan baru bahwa jarak dan lautan tak lagi menjadi penghalang bagi keselamatan jiwa.