Tuapeijat – Javanewsonlin.co.id  |  Kerusakan parah pada badan jalan nasional di Sipora Utara, tepatnya di KM 8 depan SMP Negeri Sipora Tuapeijat, sejak Desember 2024, hingga kini belum juga mendapatkan perhatian dari pihak berwenang.

Jalan yang ambruk dan berlobang menganga sepanjang lebih kurang 10 meter itu terus menjadi ancaman serius bagi pengguna jalan. Meski sudah lebih dari dua bulan berlalu, tidak ada tanda-tanda perbaikan dari Balai Jalan Nasional Wilayah Sumatera Barat (Sumbar).

Pada Senin, 3 Februari 2025, wartawan Javanewsonline.co.id  mencoba untuk menemui perwakilan Balai Jalan Nasional di Mentawai, James, di kantor mereka yang terletak di KM 7 Sipora.

Dalam kesempatan tersebut, tim media mempertanyakan mengapa kerusakan jalan yang terjadi sejak Desember 2024 belum juga ditangani secara serius oleh pihak terkait.

Ketika dikonfirmasi, James yang didampingi dua rekannya memberikan jawaban yang kurang ramah. Dengan nada angkuh, ia menyatakan, “Kami tidak punya anggaran saat ini, lagi kosong,” dan tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut, ia meninggalkan wartawan dengan alasan untuk bertemu Sekda.

Respons yang diberikan oleh perwakilan Balai Jalan Nasional ini dianggap arogan dan tidak profesional. Pasalnya, kerusakan jalan tersebut telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat yang melintasi jalur tersebut setiap hari.

Jalan yang rusak ini, selain berlobang, juga licin dan dipenuhi lumpur, sehingga sangat berbahaya bagi pengendara, terutama kendaraan roda empat seperti bus dan truk.

Masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalan tersebut, mengingat kondisi yang semakin memburuk dengan adanya tumpukan material tanah di sekitar area yang rusak.

Sementara itu, upaya untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai langkah perbaikan dari pihak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Wilayah Sumbar juga menemui jalan buntu.

Kepala Balai Kementerian PU Wilayah Sumbar, Bapak Ir. Thabrani, MT, tidak dapat dihubungi meski telah berulang kali dihubungi oleh media.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepulauan Mentawai, Asmen Simanjorang, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengunjungi lokasi kerusakan pada pagi hari, 3 Februari 2025, bersama dengan Sekda.

Asmen menyarankan agar masyarakat memperbanyak informasi mengenai kondisi jalan rusak ini, agar segera mendapat perhatian lebih. “Bahkan tadi pagi saya sudah ke lokasi bersama Sekda. Saya hanya menyarankan agar masalah ini diviralkan supaya segera mendapat penanganan. Tapi untuk perbaikan, kami belum bisa banyak berbuat karena anggaran yang ada sangat terbatas,” ujar Asmen.

Dengan kondisi yang semakin berbahaya, diharapkan pihak berwenang segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jalan tersebut. Masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati, terutama yang menggunakan kendaraan berat, untuk menghindari terjadinya kecelakaan yang lebih fatal.

Sebagai penutup, harapan kita semua agar jalan nasional KM 8 Sipora ini segera diperbaiki sebelum menelan korban jiwa.  (Rijon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.