Mentawai –  Javanewsonline.co.id | Rabu, 5 Maret 2025 Bupati Kepulauan Mentawai, DR. Rinto Wardana, bersama Pimpinan Forkopimda dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko penjual bahan kebutuhan pokok di sepanjang Jalan Kota Tuapeijat. Sidak dimulai dari Km 9 dan berakhir di Km 0, Desa Tuapeijat, tepatnya di Dusun Jati, KM 0.

Bupati DR.Rinto Wardana didampingi Dandim Mentawai
Letkol inf Restu Simbolon dan Wakil Ketua DPRD Mentawai
Juniarman berdialog tentang harga dimini Market Dusun jati

Bupati DR. Rinto Wardana didampingi oleh sejumlah pejabat, antara lain Kepala Dinas Pertanian Hati Sama Hura, Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Arsenius, S.Pd., Asisten II Lahmuddin, S.KM., S.I.P., dan Staf Ahli Joni Anwar. Dalam sidaknya, Bupati melakukan dialog dengan sejumlah pedagang, termasuk pemilik Toko Bahan Pokok di Km 4, yaitu Toko Ibunda milik Dr. Weni.

Bupati bertanya mengenai ketersediaan stok barang dan harga jual yang diterapkan pedagang. Hasilnya, harga bahan pokok masih dalam kondisi stabil dan sesuai standar. Namun, terdapat sedikit perbedaan harga pada beberapa jenis bahan, seperti sayuran dan cabe, yang menurut pedagang dipengaruhi oleh harga modal dari pemasok yang berbeda.

“Memang ada sedikit perbedaan harga, terutama pada sayuran, namun hal itu masih wajar karena dipengaruhi oleh harga pasokan dari masing-masing pemasok,” ungkap Bupati DR. Rinto Wardana.

Setelah meninjau beberapa toko dan mini market, serta tempat pemotongan ayam dan kandang ayam, Bupati juga berinteraksi dengan pedagang ayam, Pak Burhan. Bupati menanyakan tentang sistem penjualan ayam, yang menurut Pak Burhan, dijual per ekor, bukan per kilogram, karena berat ayam dapat berkurang akibat stres selama perjalanan dari Padang ke Tuapeijat.

Setelah sidak selesai, Bupati DR. Rinto Wardana menggelar konferensi pers terkait hasil kunjungannya. Wartawan Java News Online pun menanyakan tentang kesimpulan dari sidak bahan pokok yang dilakukan.

“Memang ada perbedaan harga, terutama pada sayuran di beberapa toko di Km 9 hingga Dusun Jati. Namun, hal itu masih dalam batas kewajaran,” kata Bupati. “Yang lebih penting adalah memastikan ketersediaan bahan pokok selama bulan Ramadhan dan Hari Raya, agar tidak terjadi kelangkaan. Itu tujuan utama dari sidak ini,” tegasnya.

Terkait kemungkinan pasar murah, Bupati menyampaikan bahwa Dinas Koperasi dan Perdagangan, bersama dengan dinas terkait lainnya, akan mengadakan pasar murah di Pasar Ibu Km 7 pada hari Jumat, 7 Februari 2025. Pasar murah ini diharapkan dapat membantu masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka selama bulan Ramadhan.

“Ini adalah bentuk upaya kami untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap pasar murah ini dapat memberikan bantuan bagi mereka yang kurang mampu,” pungkas Bupati DR. Rinto Wardana. (Syamsurijon, SH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.