
“Setiap penyakit pasti ada obatnya”, kata-kata tersebut menjadi penyemangat untuk mencapai kesembuhan. Oleh sebab itu, obat herbal yang mudah dijumpai sebagai tanaman penghias rumah atau tanaman obat, di era modern ini seringkali dipandang sebelah mata.

Namun, banyak jenis obat herbal yang tergabung dalam jenis tanaman Toga atau Tanaman Obat Keluarga, yang selama ini diremehkan justru dipercaya menjadi obat yang mujarab untuk penyembuhan.
Tanaman Obat Keluarga (TOGA) pada hakekatnya adalah tanaman berkhasiat yang ditanam di lahan pekarangan dan dikelola oleh keluarga.

TOGA adalah tanaman yang ditanam oleh keluarga di sekitar lingkungan rumah, yang mempunyai khasiat penyembuhan sebagai apotek hidup yang dimanfaatkan oleh keluarga secara sederhana.

•Efek samping yang ditimbulkan oleh obat tradisional lebih kecil dibandingkan dengan obat sintetik
•Kandungan unsur kimia yang terkandung di dalam obat tradisional sebenarnya menjadi dasar pengobatan kedokteran modern
“Pemerintah Provinsi Banten mengarahkan masyarakat agar dapat melakukan perawatan kesehatan secara mandiri (asuhan mandiri), yang dilaksanakan melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga (toga) dan keterampilannya,” jelas Sutanto.
Sedangkan Dr Yeremia Mendrofa, Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten mengajak kepada masyarakat untuk membudayakan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) ini. ” Masyarakat secara organisasi/perorangan dapat berperan aktif mengembangkan Toga.
Hal ini bertujuan mengatasi gangguan kesehatan ringan dan memelihara kesehatan asuhan mandiri oleh individu dalam keluarga, kelompok atau masyarakat,” papar Anggota DPRD Banten Dapil Tangerang B ini. (adv)

