Sambas – Javanewsonline.co.id | Suasana semarak mewarnai peresmian Rumah Joglo Berkemajuan di Desa Lubuk Dagang, Sambas, Sabtu (28/6). Bupati Sambas H. Satono hadir langsung, sekaligus mengukuhkan pengurus Paguyuban Masyarakat Jawa Budi Luhur Kabupaten Sambas periode 2024-2029. Acara ini bukan cuma seremonial biasa, melainkan simbol nyata keberagaman yang terus dirawat di ujung barat Kalimantan.

Dalam sambutannya, Satono lugas menekankan pentingnya kerukunan antar suku. Sambas, yang memang dikenal dengan mozaik budayanya, disebut Satono sebagai bukti hidup Bhinneka Tunggal Ika. “Hari ini kita wujudkan harapan warga masyarakat Jawa. Ini bukti nyata Bhinneka Tunggal Ika hidup di Kabupaten Sambas,” ujarnya, disambut tepuk tangan hadirin.
Rumah Joglo ini, lanjut Satono, bukan sekadar bangunan. Ia melengkapi deretan rumah budaya yang sudah ada di Sambas. Bupati juga mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi. “Tanpa persatuan dan sinergi, tak akan ada Indonesia Emas 2045. Sambas harus siap bersaing, mulai dari menyiapkan generasi yang cerdas dan pelayanan dasar yang merata,” tegasnya. Pesan ini jelas: pembangunan tak bisa lepas dari persatuan.
Di sisi lain, Ketua terpilih Paguyuban Jawa Kabupaten Sambas, Dr. Ganjar Eko Pranowo, M.Kes, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. “Kami siap mengemban amanah ini dan akan menjadikan paguyuban Jawa sebagai wadah silaturahmi, pelestarian budaya, serta perekat persatuan,” kata Ganjar, menunjukkan komitmennya untuk memajukan paguyuban dan berkontribusi bagi Sambas.
Peresmian Rumah Joglo dan pengukuhan paguyuban ini menjadi angin segar bagi upaya menjaga keberagaman sekaligus memajukan daerah. Sambas kembali menunjukkan bagaimana perbedaan bisa menjadi kekuatan. (Usman)

