Sambas – Javanewsonline.co.id | Bupati Sambas, H. Satono, S. Sos. I. MH, secara simbolis menyerahkan 174 unit alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada Brigade Pangan se-Kabupaten Sambas. Penyerahan dilakukan di halaman Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas pada Selasa (11/03). Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Alsintan yang diserahkan terdiri dari 12 unit alat tanam, 37 unit traktor roda empat, dan 125 unit traktor roda dua. Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat proses pengolahan lahan dan meningkatkan hasil pertanian di Kabupaten Sambas, yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil pangan di Kalimantan Barat.
Kepala Balai Standardisasi Instrumen Pertanian (BSISP) Kalimantan Barat, Anjar Suprato, S.TP, MP, dalam sambutannya menyatakan bahwa Kabupaten Sambas menjadi daerah penerima Alsintan terbanyak di Kalimantan Barat pada tahun ini. Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara Brigade Pangan, kelompok tani (Poktan), dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) untuk memastikan bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan maksimal.
“Harapan saya, kita semua, termasuk Brigade Pangan ini, memiliki satu ritme dan satu niat guna mendorong percepatan swasembada pangan di Sambas. Kita perlu generasi yang paham dan mengerti di mana pemerintah hadir,” ujar Bupati Satono dalam sambutannya.
Satono juga memberikan apresiasi kepada berbagai pihak, terutama TNI, yang turut berperan dalam pengelolaan 15 ribu hektare lahan pertanian di Kabupaten Sambas sepanjang tahun 2024. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan petani untuk mencapai swasembada pangan di daerah ini.
“Memaksimalkan potensi yang ada dengan pemanfaatan Alsintan dan bibit yang telah diberikan adalah kunci untuk mendorong kemajuan pertanian kita. Pemerintah hadir untuk memberikan pendampingan dan bantuan. Mari kita buktikan bahwa kita mampu bersinergi dalam membangun kebersamaan untuk mendorong swasembada pangan,” tegas Bupati.
Sebagai penutup, Satono mengungkapkan harapan besarnya agar Kabupaten Sambas bisa menjadi lumbung pangan di masa depan, dan tidak lagi bergantung pada impor beras. (Usman)

