SAMBAS — Javanewsonline.co.id | Pemerintah Desa beserta masyarakat Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap realisasi proyek pembangunan pengaman pantai di wilayah mereka. Infrastruktur penahan gelombang ini dinilai menjadi solusi krusial dalam mengatasi ancaman abrasi dan banjir rob yang kian mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Desa Matang Danau, Halipi, mengungkapkan bahwa pembangunan dinding penahan ombak tersebut sudah lama dinantikan oleh warga. Pasalnya, fenomena pengikisan pantai selama ini tidak hanya mengancam keselamatan area pemukiman padat penduduk, tetapi juga merusak produktivitas lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.
“Kami, Pemerintah Desa Matang Danau, mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah atas realisasi program pembangunan pengaman pantai di desa kami,” ujar Halipi, Kamis (18/6/2026).
Berdayakan Potensi Pekerja Lokal
Proyek infrastruktur yang dilaksanakan oleh PT Anada Anabanua ini tidak hanya fokus pada penguatan fisik pesisir, melainkan juga memberikan stimulus positif bagi perekonomian warga sekitar. Manajemen kontraktor berkomitmen mengoptimalkan penyerapan potensi tenaga kerja lokal dalam proses konstruksinya.
Halipi memaparkan, sekitar 70 persen dari total pekerja yang terlibat dalam proyek pengaman pantai ini merupakan tukang konstruksi tradisional dan buruh harian yang berasal dari pemuda dan warga Desa Matang Danau sendiri. Pola pemberdayaan berbasis padat karya ini dinilai sangat efektif dalam membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat di tingkat tapak.
“Semoga dengan adanya pengaman pantai ini, Desa Matang Danau bisa lebih terlindungi dari abrasi dan warga bisa hidup lebih tenang serta sejahtera,” tambah Halipi.
Komitmen pada Fungsi Pengawasan Publik
Meskipun menyambut baik kehadiran proyek strategis tersebut, pihak otoritas desa memastikan akan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara ketat dan profesional. Pengawasan berkala ini bertujuan untuk memastikan kualitas material beton, ketepatan waktu, dan spesifikasi teknis bangunan agar berjalan sesuai standar baku yang telah ditetapkan oleh kementerian terkait.
Langkah pengawasan kolaboratif antara perangkat desa, tokoh masyarakat, dan pemuda lokal ini diharapkan dapat menjaga transparansi di lapangan. Dengan begitu, infrastruktur pengaman pantai yang dibangun memiliki daya tahan jangka panjang (sustainability) dalam menahan hantaman ombak ekstrem dari koridor Laut Natuna. (Usman)

