MENTAWAI, Javanewsonline.co.id – Bupati Kepulauan Mentawai, DR. Rinto Wardana, bersama Wakil Bupati Jakop Saguruk, S.E., dan Ketua DPRD Kepulauan Mentawai, Ibrani Sababalat, S.H., meninjau langsung pembangunan gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepulauan Mentawai yang berlokasi di Km 9 Tuapeijat, Rabu (28/10/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan setelah pelaksanaan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di Kantor Bupati Kepulauan Mentawai. Rombongan disambut Direktur RSUD Kepulauan Mentawai, dr. Toni, bersama sejumlah staf rumah sakit dan pihak pelaksana proyek.
Setibanya di lokasi pembangunan, Bupati dan rombongan disambut Manajer Proyek, Edi. Demi menjaga keselamatan selama berada di area konstruksi, rombongan diwajibkan mengenakan alat pelindung diri (APD) sesuai dengan ketentuan keselamatan kerja.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Rinto Wardana meminta penjelasan langsung kepada manajer proyek mengenai progres pembangunan gedung RSUD yang direncanakan terdiri atas tiga lantai. Ia menyoroti sisa waktu pelaksanaan kontrak yang semakin terbatas dan meminta kepastian terkait penyelesaian pekerjaan.
“Dengan sisa waktu kontrak sekitar dua bulan, apakah pembangunan gedung RSUD ini bisa diselesaikan tepat waktu?” tanya Bupati kepada Manajer Proyek, Edi.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Edi menyampaikan bahwa pihaknya akan berupaya memaksimalkan pengerjaan agar pembangunan dapat diselesaikan sesuai target. Pekerjaan yang menjadi perhatian meliputi penyelesaian struktur bangunan hingga lantai tiga, pengecoran beton, serta pembangunan kamar-kamar yang diperuntukkan bagi berbagai fungsi pelayanan rumah sakit.
Menurut Edi, tenaga ahli dan subkontraktor yang dibutuhkan telah tersedia. Namun, ia mengakui bahwa pelaksanaan pekerjaan mengalami keterlambatan sekitar dua bulan sejak awal pengerjaan.
“Keterlambatan ini disebabkan sejumlah faktor, terutama kondisi cuaca dan kendala transportasi pengangkutan material yang membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan. Meski demikian, kami akan berupaya agar pekerjaan dapat diselesaikan. Apabila diperlukan, kami akan mengajukan adendum sesuai ketentuan yang berlaku dengan mempertimbangkan kendala cuaca,” jelas Edi.
Bupati Rinto Wardana berharap berbagai kendala yang dihadapi di lapangan tidak semakin menghambat proses pembangunan. Ia menekankan pentingnya upaya maksimal dari pihak kontraktor agar gedung RSUD tersebut dapat diselesaikan sesuai jadwal kontrak.
“Kita berharap tidak ada lagi kendala berarti sehingga pembangunan rumah sakit ini bisa selesai tepat waktu,” ujar Bupati kepada awak media yang mengikuti kunjungan tersebut.
Sementara itu, Ketua DPRD Kepulauan Mentawai, Ibrani Sababalat, S.H., mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan dan mendukung kelancaran pembangunan RSUD tersebut. Menurutnya, keberadaan rumah sakit dengan fasilitas yang memadai merupakan harapan bersama masyarakat Kepulauan Mentawai.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Mentawai untuk mendukung pembangunan rumah sakit ini. RSUD ini merupakan harapan kita bersama, sehingga nantinya dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat,” ungkap Ibrani.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kepulauan Mentawai, Brandus, yang turut mendampingi Bupati, menyampaikan bahwa pemerintah daerah berharap pembangunan dapat dituntaskan sesuai kontrak pada akhir 2026.
Ia menjelaskan bahwa kondisi geografis Kepulauan Mentawai menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan pembangunan, terutama terkait ketergantungan terhadap cuaca dan proses pengangkutan material yang tidak semudah di wilayah daratan.
“Kita sangat berharap pekerjaan ini dapat diselesaikan sesuai kontrak pada akhir tahun 2026. Namun, apabila nantinya terdapat kendala yang menyebabkan pekerjaan tidak selesai sesuai jadwal, tindak lanjutnya tentu menjadi kewenangan pihak yang mengampu kegiatan, dalam hal ini Kementerian Kesehatan, sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Brandus.
Brandus juga berharap seluruh pemangku kepentingan dapat mengambil langkah yang diperlukan agar pembangunan rumah sakit tetap dapat dituntaskan. Menurutnya, keberadaan RSUD baru tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Mentawai terhadap pelayanan kesehatan yang lebih memadai.
Ia turut mengajak masyarakat untuk ikut mengawal pembangunan, memberikan dukungan, serta mendoakan agar proyek strategis di bidang kesehatan tersebut dapat berjalan lancar hingga selesai.
“Pengawasan pembangunan perlu kita dukung bersama. Untuk aspek teknis, tentu sudah ada tenaga ahli yang menangani. Harapan kita, dengan hadirnya rumah sakit ini, kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang lebih baik dapat terpenuhi,” tutupnya.
Pembangunan gedung baru RSUD Kepulauan Mentawai di Km 9 Tuapeijat menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan fasilitas dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Karena itu, penyelesaian proyek sesuai ketentuan dan standar yang berlaku menjadi perhatian bersama pemerintah daerah, DPRD, pelaksana proyek, serta masyarakat.
(Rijon)

