Banyuwangi – Javanewsonline.co.id | Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus menggenjot program penuntasan kawasan kumuh melalui Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (PU CKPP). Program ini merupakan bagian dari Proyek Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), inisiatif strategis dari Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas PU CKPP Banyuwangi, Edi Purnomo, mengatakan, pihaknya berfokus pada pembangunan infrastruktur berkelanjutan untuk menuntaskan masalah ini.
“Kami terus berupaya menuntaskan kawasan kumuh di Banyuwangi dengan pembangunan infrastruktur, baik itu perbaikan rumah, jalan, drainase, maupun sanitasi di lokasi-lokasi yang ditetapkan,” kata Edi pada Jumat (15/8/2025).
Edi menjelaskan, program ini menargetkan kawasan kumuh yang telah ditetapkan melalui keputusan bupati. Pada tahun 2025, Dinas PU CKPP Banyuwangi menangani 15 lokasi kawasan kumuh yang tersebar di beberapa kecamatan, antara lain Giri, Muncar, Rogojampi, Genteng, Glagah, Kalipuro, Wongsorejo, Srono, Gambiran, Purwoharjo, Bangorejo, Cluring, dan Kalibaru.
“Target kami adalah mengurangi luasan kawasan kumuh secara bertahap setiap tahun melalui kegiatan yang telah kami lakukan,” ujarnya.
Ia menambahkan, harapannya, melalui upaya berkelanjutan ini, Banyuwangi dapat sepenuhnya terbebas dari kawasan kumuh.
Program Kotaku sendiri bukan hanya tentang pembangunan fisik. Edi mengatakan, tujuan utamanya adalah untuk menyelesaikan masalah permukiman kumuh secara komprehensif, sesuai dengan keputusan bupati.
Setiap intervensi yang dilakukan oleh Dinas PU CKPP dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang. Misalnya, perbaikan drainase bertujuan untuk mencegah banjir dan genangan air, sedangkan sanitasi yang layak akan meningkatkan kesehatan masyarakat di area tersebut.
“Harapannya, dari upaya yang telah kita lakukan dalam penanganan Program Kawasan Tanpa Kumuh ini, Banyuwangi bisa terbebas dari kawasan kumuh dengan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan,” tambah Edi.
Upaya ini tidak hanya melibatkan pemerintah daerah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat. Melalui kolaborasi ini, program penuntasan kawasan kumuh di Banyuwangi diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan efisien, menciptakan lingkungan yang lebih layak huni dan sehat bagi seluruh warganya. (TR).

