Lamongan – Javanewsonline.co.id | Pemkab Lamongan berupaya secara kontinyu mewujudkan desa-desa mandiri, dengan landasan bahwa Undang-undang No 6 tahun 2014 tentang Desa, menjadi pembuka jalan untuk kebangkitan dan kemandirian desa.

Menjadi kabupaten dengan jumlah desa terbanyak di Jawa timur, mendorong Pemkab Lamongan terus konsentrasi pada penggalian potensi dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) desa. Salah satunya memberikan pelatihan peningkatan kapasitas mandiri Asosiasi Pegiat Desa Indonesia (APDI) Kabupaten Lamongan, yang diikuti 153 anggota APDI, Selasa (9/8) di Aula Gajah Mada, Lantai 7, Pemkab Lamongan.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menuturkan, pihaknya terus mendorong pendamping desa untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dengan melakukan pendekatan akronimtis. “Ini untuk menuju perencanaan dan pelaksana pembangunan desa yang tematik, holistik, integrasi dan spasial, atau yang biasa kita sebut dengan pendekatan akronimtis,” tutur Bupati Yes, sapaan akrab Yuhronur Efendi.

Saat ini, kata Bupati Lamongan, terdapat 97 desa bertatus mandiri, 189 berstatus maju dan 176 berstatus desa berkembang. “Melihat masih banyaknya desa yang belum masuk kedalam status mandiri, Pemkab Lamongan terus mendorong Pemerintah Desa untuk menjadi sistem pemerintahan yang regional, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,” terangnya.

Selain itu, lanjut Yes, Pemkab Lamongan juga berupaya menuju manajemen pemerintahan yang moderen dan berstandar internasional. Terlebih adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, harus diimbangi dengan  peningkatan pola-pola perkembangannya. “Membentuk pendamping yang kompeten dalam menguasai teknologi informasi, diharapkan mampu mencapai tujuan SDGs,” kata Bupati Yes.

Sebagai tenaga pendamping profesional, menurut Pak Yes, peningkatan kapasistas dan kapabilitas merupakan hal penting untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas. “Momentum ini merupakan hal yang sangat penting dan pemerintah akan mendukung langkah-langkah setrategis pendampingan desa. Dan ketika ini berhasil tentu dapat meningkatkan layanan publik yang nantinya untuk mengatasi kesenjangan dan  ketahanan sosial budaya masyarakat desa,” ucap Bupati Yes

Esensi ketahanan sosial, menurut Bupati Yes, yaitu masyarakat desa yang saling gotong royong dan berpadu. “Kita terus menumbuhkan sosial dan budaya gotong royong di masyarakat seperti kita melakukan peliharan, memberikan dorongan untuk menjadi desa mandiri,” ujar Bupati Yes

Dengan mengambil tema “penyelarasan program pembangunan desa dan nasional”, Ketua APDI Kabupaten Lamongan Iskandar mengatakan, harus ada keselarasan antara pemerintah pusat dengan desa. “Kita seluruhnya harus menyelaraskan program-program dari pusat hingga desa,” pungkas Iskandar. (Dvk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.