BANYUWANGI — Javanewsonline.co.id | Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan, dan Permukiman (DPU CKPP) Kabupaten Banyuwangi memutar otak guna mengatasi keterbatasan alokasi anggaran infrastruktur pada tahun ini. Menyiasati defisit dana penanganan jalan daerah, DPU CKPP gencar menggalang dukungan pembiayaan alternatif dari kementerian/lembaga pusat hingga program Corporate Social Responsibility (CSR) swasta.

Kepala DPU CKPP Banyuwangi, Cahyanto Hendri, mengungkapkan bahwa alokasi anggaran infrastruktur tahun ini mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Anggaran yang semula mencapai Rp530 miliar menyusut signifikan, di mana alokasi khusus penanganan jalan yang sebelumnya sebesar Rp250 miliar kini tersisa Rp204 miliar.

“Meskipun ada penambahan sebesar Rp58 miliar pada Perubahan APBD (P-APBD), nilainya belum signifikan dibandingkan total kebutuhan penanganan jalan di Banyuwangi,” ujar Cahyanto, Rabu (4/11/2026).

Cahyanto merinci, dari tambahan P-APBD tersebut, alokasi sebesar Rp41 miliar diperuntukkan bagi perbaikan jalan, termasuk pavingisasi jalan lingkungan dan pengaspalan senilai Rp10 miliar. Selain itu, dana sebesar Rp1,6 miliar dialokasikan untuk pengadaan dan perbaikan lampu penerangan jalan umum (LPJU) guna mengatasi titik-titik lampu yang padam.

Luas jalan kabupaten di Banyuwangi yang mencapai lebih dari 3.000 kilometer menjadi tantangan tersendiri. Tingkat kerusakan jalan tercatat mencapai 20 persen atau berkisar 400 kilometer dengan kategori rusak berat.

“Kebutuhan peningkatan jalan rusak berat mencapai Rp1 miliar per kilometer. Artinya, butuh setidaknya Rp400 miliar hanya untuk penanganan jalan rusak berat, belum termasuk kategori rusak sedang dan ringan. Karena itu, alokasi APBD saat ini jelas tidak memadai,” jelasnya.

Guna menutup celah anggaran tersebut, DPU CKPP Banyuwangi menjajaki potensi bantuan dari kementerian serta sektor swasta. Salah satu hasil konkret yang telah terealisasi adalah dukungan CSR dari PT Bumi Sukses Indo (BSI) sebesar Rp5 miliar.

“Bantuan CSR tersebut telah dialokasikan untuk kegiatan tambal sulam jalan sepanjang 95 kilometer di wilayah selatan dan kawasan perkotaan Banyuwangi. Ke depan, kami terus menjalin komunikasi dengan PT BSI dan pihak swasta lainnya untuk menambah alokasi bantuan penanganan jalan,” pungkas Cahyanto. (TR)